Cerita Penjaga Pintu Air di Sulsel: 15 Tahun Mengabdi, Tak Bisa Daftar PPPK

Ratusan penjaga pintu air di Sulawesi Selatan menggelar demonstrasi

Muhammad Yunus
Selasa, 15 Oktober 2024 | 13:49 WIB
Cerita Penjaga Pintu Air di Sulsel: 15 Tahun Mengabdi, Tak Bisa Daftar PPPK
Ratusan penjaga pintu air di Sulawesi Selatan menggelar demonstrasi di kantor Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Pemerintah Provinsi Sulsel pada Senin, 14 Oktober 2024 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Ratusan penjaga pintu air di Sulawesi Selatan menggelar demonstrasi di kantor Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Pemerintah Provinsi Sulsel pada Senin, 14 Oktober 2024.

Mereka memprotes ketidakmampuan untuk mendaftar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini.

Koordinator aksi, Gideon, menjelaskan bahwa meskipun para penjaga pintu air tersebut telah bekerja sekitar 15 tahun, status kepegawaian mereka masih menggantung, tidak seperti tenaga honorer lainnya.

"Tahun depan, honorer sudah tidak diizinkan lagi. Kami butuh kepastian karena tidak bisa daftar PPPK pada Oktober ini," ungkapnya.

Baca Juga:5 Calon Pimpinan DPRD Sulsel Tunggu SK Mendagri

Hal serupa disampaikan oleh Hasanuddin, seorang petugas dari Luwu yang telah bekerja selama 10 tahun, tetapi tidak mendapatkan prioritas dalam seleksi PPPK.

"Kami ingin jadi pegawai PPPK, tapi ternyata tidak diprioritaskan," katanya.

Hasanuddin menjelaskan bahwa selama ini mereka digaji Rp100 ribu per hari dengan tugas mengontrol ketersediaan air untuk irigasi di areal persawahan.

"Kami khawatir tidak akan diperpanjang tahun depan jika tidak diberi kesempatan daftar PPPK," tambahnya.

Pada tahun ini, tenaga honorer dari penjaga pintu air termasuk salah satu kategori yang tidak diangkat menjadi PPPK. Selain itu, Kementerian PAN-RB tidak memberikan formasi bagi sejumlah posisi lainnya seperti pengemudi, satuan pengamanan, pramutamu, dan operator komputer.

Baca Juga:Inspirasi PKK Sulsel: Kebun Canggih "Aku Hatinya PKK" Resmi Dibuka

Sebagai alternatif, mereka dapat tetap bekerja melalui skema outsourcing.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini