429 Kali Gempa di Sulawesi Tengah Sejak Januari Hingga Maret 2024

Gempa dipicu aktivitas sesar. Paling populer adalah sesar Palu Koro.

Muhammad Yunus
Kamis, 14 Maret 2024 | 11:10 WIB
429 Kali Gempa di Sulawesi Tengah Sejak Januari Hingga Maret 2024
Dokumentasi: Tim SAR berusaha mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan di Hotel Roaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). [Antara/Basri Marzuki]

SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 429 kali kejadian gempa di Provinsi Sulawesi Tengah sejak Januari hingga Maret 2024 dipicu aktivitas sesar.

"Sulawesi Tengah salah satu daerah dengan tingkat kegempaan cukup tinggi, sehingga guncangan bisa terjadi ratusan kali dalam waktu singkat," kata pejabat yang membidangi data dan informasi BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu Nurhayati Pimpilemba di Palu, Rabu 13 Maret 2024.

Menurut analisis BMKG bahwa di Sulteng banyak sesar yang menjadi pembangkit gempa, paling populer adalah sesar Palu Koro yang mampu membangkitkan gempa magnitudo 7,4 pada tahun 2018 hingga menimbulkan tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, serta Sigi.

Selain itu menurut BMKG masih ada sesar yang belum terpetakan, maka tidak menutup kemungkinan sesar-sesar ini sewaktu-waktu bisa membangkitkan gempa.

"Dari 429 gempa dalam kurun waktunya tiga bulan, tujuh kali guncangan dirasakan," ujarnya.

Ia menjelaskan dari ratusan kali guncangan kekuatan gempa dominan di bawah magnitudo 5 dan rata-rata tingkat kedalaman masuk kategori gempa dangkal.

Selain itu wilayah di Sulawesi Tengah berpotensi gempa karena dilalui sesar kecil sedang maupun besar, sehingga provinsi ini salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi karena rata-rata sesarnya aktif.

"Salah satu sesar cukup besar adalah sesar Matano yang berada di wilayah Kabupaten Morowali. Sesar ini diperkirakan mampu menimbulkan bangkitan gempa maksimum magnitudo 7,6," ucapnya.

Mengingat Sulawesi Tengah rentan terhadap gempa, katanya, BMKG setiap tahun melakukan edukasi terkait seismik kepada masyarakat.

Mitigasi salah satu langkah untuk mengantisipasi dampak bencana alam, langkah sederhana perlu dilakukan yakni mengenali potensi bahaya di sekitar lingkungan masing-masing, meningkatkan kesiapsiagaan untuk melakukan evakuasi secara mandiri.

Mengenali tempat evakuasi dan arah lajur evaluasi, selain itu BMKG juga bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) melaksanakan dialog interaktif tentang kebencanaan.

"Kami juga melakukan berbagai sosialisasi ke sekolah-sekolah, maupun program sekolah lapangan gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat. Langkah-langkah ini merupakan upaya pengurangan risiko bencana bilamana terjadi situasi darurat paling tidak dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini