Warga Makassar Serbu Beras Murah, Bulog: Jangan Panik!

Harga beras di Sulawesi Selatan masih di atas Harga Eceran Tertinggi

Muhammad Yunus
Selasa, 12 Maret 2024 | 13:38 WIB
Warga Makassar Serbu Beras Murah, Bulog: Jangan Panik!
Warga kota Makassar berebut beras murah dalam sebuah program pemerintah [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Harga beras di Sulawesi Selatan masih di atas Harga Eceran Tertinggi atau HET. Pemerintah meminta agar warga tidak panic buying untuk menjaga stabilitas harga.

Pemprov Sulsel dan Bulog memastikan stok beras di Sulsel aman hingga bulan Juli. Saat ini Bulog masih punya stok 44.000 ton untuk kebutuhan selama ramadhan. Angka itu dinilai masih lebih besar dibanding kebutuhan warga Sulsel untuk konsumsi beras yang hanya mencapai 8.500 ton.

"Ini sangat cukup sampai bulan Juli karena kebutuhan kita hanya 8.500 ton, ditambah untuk kebutuhan (beras) SPHP ada 6.000-7.000 ton sehingga stok ini sangat cukup untuk wilayah Sulsel," ujar Kepala Divisi Regional Bulog Sulselbar, Holison saat mendampingi Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin meninjau harga komoditas pangan di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, 12 Maret 2024.

Holison menambahkan pihaknya dalam waktu dekat juga akan mendapatkan tambahan beras sebesar 10.500 ton. Sehingga, harga beras di pasaran diharap bisa kembali normal.

Baca Juga:Ngeri! Rp68 Juta Lenyap dalam Sekejap, Warga Makassar Korban Penipuan Modus Baru

Menurut Holison, masyarakat melakukan "panic buying" bukan karena ketiadaan beras, melainkan ingin mendapatkan harga yang lebih murah. Fenomena ini, kata dia, justru dapat mengakibatkan harga menjadi lebih buruk.

"Untuk beras komersial memang ada relaksasi HET naik Rp1.000 tetapi stabilisasi harga terus kita lakukan. Misal untuk SPHP itu kita jual Rp53 ribu untuk 5 kg yang jelas stok kami ada," ucapnya.

Sementara, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin berharap masyarakat bisa berbelanja dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Pemerintah, menurutnya sudah menyiapkan alternatif dengan menggelar pangan murah.

Diketahui, harga pangan pada hari pertama bulan ramadhan terpantau naik. Khususnya komoditas beras, gula, minyak goreng, cabai dan bawang.

Berdasarkan pantauan di pasar Minasa Upa, Kabupaten Gowa, harga gula naik jadi Rp18.000 per kg dari harga sebelumnya Rp16.000 per kg. Sementara untuk cabai masih berkisar Rp60 ribu per kilo dari Rp45 rb per kg pekan lalu.

Baca Juga:Jembatan Flyover Ambruk Timpa Kereta Api, 1 Warga Makassar Meninggal Dunia

Untuk beras, harganya bervariasi. Mulai dari Rp16.000 hingga Rp18.000 per kg. Harga ini jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp13.900 per kg untuk premium dan Rp10.900 per kg untuk medium.

Kata Bahtiar, tingginya harga pangan karena permintaan di awal bulan puasa sangat tinggi. Sementara produksi, misal cabai, masih sangat minim.

"Tapi yang penting barangnya ada dan mencukupi. Memang ada kenaikan tapi masih dalam batas toleransi," ucap Bahtiar.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini