Batik Rongkong terinspirasi dari filosofi kehidupan warga Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yakni "sekong sirenden sipomandi". Artinya saling memupuk dan menjaga kebersamaan serta bergandengan tangan dalam mengarungi bahtera kehidupan.
Filosofi kehidupan masyarakat Kabupaten Lutra tersebut lalu dituangkan dalam bentuk tulisan lontara khas Tana Luwu yang kemudian menjadi motif khas batik rongkong. Ada beberapa motif lain pula yang menggambarkan kehidupan masyarakat di sana.
Batik ini juga menjadi seragam kantor yang digunakan ASN Luwu Utara setiap Kamis.
Meski belum setenar batik Solo atau Pekalongan, peminat batik Rongkong juga sudah sampai ke luar negeri. Batik Rongkok pun sudah resmi memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) atau surat pencatatan ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing