Kemunculan motif lontara pada batik Makassar didasari keinginan masyarakat untuk melestarikan huruf aksara lontara. Tujuannya untuk memperkenalkan kepada generasi muda supaya lebih mengenal dan memahami aksara lontara nantinya.
Motif batik ini telah dipasarkan hingga ke mancanegara.
2. Batik Toraja
Batik dalam bentuk yang lebih primitif sudah dimiliki oleh orang Toraja pada tahun 700 silam. Di Toraja, kain batik disebut Ma'a.
Konon, warga Toraja dulunya menggunakan bubur nasi sebagai perintang warna. Posisi geografis Toraja sebagai daerah terisolasi di pegunungan membuat batik Toraja ini diyakini sebagai batik indonesia yang pertama tanpa terpengaruh budaya lain.
Mayoritas motif yang ditampilkan memang diambil dari kebudayaan dan kehidupan keseharian dari masyarakat Toraja. Warna yang sering digunakan adalah putih, hitam, merah, biru dan kuning.
Motif yang paling menonjol adalah kepala kerbau. Sebab hewan tersebut merupakan peliharaan kesayangan dan sangat dihormati. Kerbau memiliki filosofi penting sebagai lambang kemakmuran.
Ada Pula motif Ne’ Limbongan, yakni motif yang berbentuk menyerupai arah mata angin. Arti, sumber mata angin akan selalu memberikan banyak limpahan rezeki yang membuat masyarakat gigih dalam bekerja.
Motif lain ada Pare Allo yang berbentuk seperti matahari yang memancarkan cahaya. Juga menjadi salah satu motif batik yang paling digemari saat ini.
Baca Juga:Deretan Batik Termahal di Indonesia
Orang Toraja percaya setiap ukiran di batik Toraja dipercaya sebagai penolak roh jahat karena mengandung doa.