3. Batik Pajonga
Jonga dalam bahasa Indonesia artinya rusa, hewan yang istimewa di masyarakat kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Ciri khas batik ini adalah menggunakan warna cerah sebagai wujud keceriaan.
Konon, pada zaman kerajaan, rusa adalah buruan yang senantiasa disantap oleh raja dan para bangsawan. Pada momen-momen tertentu, seperti hari besar atau kedatangan tamu istimewa, kerap kali dirayakan dengan melakukan perburuan di kawasan hutan Bantaeng.
Hingga kini, rumah para bangsawan keturunan Raja Bantaeng, masih memelihara rusa dan diletakkan di halaman depan rumah. Hal tersebut jadi penanda strata sosial di masyarakat Bantaeng.
Batik Pajonga asal Bantaeng baru muncul pada tahun 2017. Kendati masih baru, batik Pajonga sudah pernah menjuarai Best Batik oleh Kementerian Pariwisata dan sudah dipasarkan hingga ke mancanegara.
4. Batik La Galigo
Perajin batik lokal terinspirasi dari cerita La Galigo untuk menciptakan motif batik. Seperti yang diketahui, La Galigo adalah sebagai karya sastra terpanjang di dunia. Lebih panjang daripada epik India seperti Mahabharata, dan Ramayana.
Motif La Galigo adalah motif batik yang berasal dari Luwu, Sulawesi Selatan. Motif ini menggambarkan sebuah karya sastra yang terkenal salah satunya Sangiang Serri, tradisi persembahan petani sebelum musim tanam.
Biasanya motif ini dipadukan dengan warna cerah dan simbol-simbol yang terdapat dalam cerita sastra tersebut. Motif ini memiliki ciri khas yang begitu mempesona.
Baca Juga:Deretan Batik Termahal di Indonesia
5. Batik Rongkong