"Dia pulang pagi itu saya langsung lihat dia lebam, jadi saya bertanya kepada temannya kenapa bisa seperti ini, ternyata ditampar sama senior karena pengambilan baju PDH dan ini sudah jadi semacam kebiasaannya mereka," ujarnya.
Pelaku Berusaha Menyembunyikan Kasus
Berdasarkan keterangan yang dijelaskan oleh kakak korban, senior yang diduga melakukan penganiayaan tersebut menyuruh teman WAP untuk tidak langsung dipulangkan ke rumah.
Namun dibawa ke kos salah satu rekannya untuk dikompres air hangat, agar dapat menghilangkan bekas memar di wajah korban.
Baca Juga:Miris! Polisi Sebut 2 Mahasiswi Keroyok Junior Di Universitas Halu Oleo Karena Tradisi Kampus
"Seniornya ini suruh temannya (W) untuk ke kosnya dulu, dikompres kasi turun bengkaknya, supaya menghilangkan bukti, baru disuruh lagi bawa ke kampus," bebernya.
Namun setelah itu, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Alia I dan kemudian dipulangkan ke rumah.
Setelah melakukan pemeriksaan dengan Pihak Polsek Poasia, korban sempat mengalami syok berat kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Abunawas.
Kakak korban mengaku, menyayangkan kejadian yang membuat adiknya tersebut trauma dan takut untuk berinteraksi kepada teman-teman dan seniornya.
Kapolsek Poasia AKP Tung Guna, mengatakan telah memeriksa saksi-saksi dan terduga pelaku.
Baca Juga:Keroyok Junior, 2 Mahasiswi Universitas Halu Oleo Jadi Tersangka!