Dari foto yang beredar di media sosial kapal mengeluarkan asap tebal berwarna hitam dan membumbung ke langit.
Sementara ada satu kapal tanker berupaya mendekat memberi bantuan.
Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Belum diketahui pasti soal kronologi penyebab kapal asal Jerman itu terbakar. Termasuk apakah ada korban jiwa.
Baca Juga:Kapal Perang KRI Teluk Hading 538 Terbakar di Perairan Bulukumba Sulawesi Selatan
"Belum ada informasi soal penyebabnya. Kami juga masih menunggu," jelasnya.
Kapal ini biasanya digunakan TNI Angkatan Laut untuk mengangkut pasukan yang bertugas untuk mengamankan pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Indonesia.
Namun kapal ini bukanlah armada tempur maupun pemukul. KRI Teluk Hading hanya digunakan sebagai armada pendarat dan pengangkut logistik dan dibekali senjata pertahanan diri berupa 1 kanon laras ganda kaliber 37mm Model 1939, 1 meriam Bofors 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 120-160 rpm, jangkauan 10 Km untuk target permukaan terbatas dan target udara dan 2 kanon laras ganda kaliber 25mm.
Tentang KRI Teluk Hading
KRI Teluk Hading (538) merupakan kapal kedelapan dari kapal perang jenis kapal pendarat kelas Teluk Gilimanuk milik TNI AL. Dinamai menurut nama sebuah teluk di wilayah Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur NTT.
Baca Juga:Mengenal KRI Bung Karno Yang Diresmikan Megawati
KRI Teluk Hading dibangun oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur pada tahun 1978 untuk Angkatan Laut Jerman Timur dengan nomor lambung 614.