Meskipun kota Makassar di Indonesia saat ini tidak dianggap sebagai pusat perdagangan global, kota ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan regional dan internasional.
Makassar secara historis dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Asia Tenggara, khususnya perdagangan rempah-rempah.
Kota ini terletak strategis di jalur perdagangan maritim antara India dan Cina, dan juga merupakan pusat penting produksi dan perdagangan rempah-rempah seperti cengkih, pala, dan fuli.
Pada abad ke-16 dan ke-17, Makassar diperintah oleh Kerajaan Gowa yang kuat, yang menguasai sebagian besar Pulau Sulawesi dan memiliki jaringan perdagangan yang luas di seluruh Asia Tenggara.
Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Kota Makassar, Toraja Utara, Bulukumba, Selasa 18 April 2023
Kekuasaan Kerajaan Gowa atas perdagangan rempah-rempah dan kehebatan pelayarannya menjadikan Makassar pemain kunci dalam perekonomian daerah.
Saat ini, meski Makassar bukan pusat perdagangan global utama, Makassar masih menjadi pusat komersial penting di Indonesia.
Pelabuhan kota berfungsi sebagai pintu gerbang ke Indonesia timur, dan merupakan pusat berbagai industri, termasuk pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Makassar juga merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan yang terkenal kaya akan sumber daya alam, antara lain mineral, hutan, dan hasil laut.
Potensi ekonomi dan lokasi strategis provinsi ini terus menjadikan Makassar sebagai pusat perdagangan dan investasi yang penting di Indonesia.
Baca Juga:Geger, PSM Makassar Tak Dapat Hadiah meski Juara BRI Liga 1, Begini Penjelasannya