Suku Makassar Dalam Sejarah Perdagangan Dunia

Orang Makassar memiliki warisan budaya yang kaya dan dikenal dengan rumah adat, perahu layar, dan tekstil

Muhammad Yunus
Selasa, 18 April 2023 | 14:06 WIB
Suku Makassar Dalam Sejarah Perdagangan Dunia
Ilustrasi: Baju bodo atau baju bodo gesung khas Sulawesi Selatan, baju tradisional perempuan suku Bugis-Makassar (foto: Istimewa)

SuaraSulsel.id - Orang Makassar, juga dikenal sebagai orang Bugis-Makassar, adalah kelompok etnis yang sebagian besar mendiami bagian selatan pulau Sulawesi, Indonesia.

Mereka adalah salah satu kelompok etnis terbesar di Indonesia, dengan populasi lebih dari 6 juta orang.

Orang Makassar memiliki warisan budaya yang kaya dan dikenal dengan rumah adat, perahu layar, dan tekstil.

Mereka memiliki sejarah pelayaran dan perdagangan yang panjang, dan perahu tradisional mereka, yang dikenal sebagai "phinisi", masih digunakan sampai sekarang untuk menangkap ikan dan transportasi.

Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Kota Makassar, Toraja Utara, Bulukumba, Selasa 18 April 2023

Orang Makassar juga memiliki bahasa sendiri yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Namun, kebanyakan orang Makassar juga berbicara bahasa Indonesia.

Dari segi agama, mayoritas penduduk Makassar beragama Islam, meskipun ada juga pemeluk Kristen dan penganut kepercayaan animisme tradisional yang signifikan.

Secara keseluruhan, masyarakat Makassar memiliki warisan budaya yang kaya dan terus memainkan peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik Indonesia.

Sejarah Suku Makassar

Sejarah masyarakat Makassar dimulai setidaknya pada abad ke-14 ketika Kerajaan Gowa muncul sebagai entitas politik yang kuat di bagian selatan pulau Sulawesi.

Baca Juga:Geger, PSM Makassar Tak Dapat Hadiah meski Juara BRI Liga 1, Begini Penjelasannya

Kerajaan Gowa yang diperintah oleh seorang raja yang dikenal sebagai "Karaeng", dikenal dengan kehebatan maritim dan perdagangannya, serta menguasai wilayah darat dan laut yang sangat luas.

Selama abad ke-16 dan ke-17, Kerajaan Gowa sering terlibat konflik dengan orang Bugis tetangga, yang juga memiliki kerajaan yang kuat di wilayah tersebut.

Konflik ini sering terjadi di laut, dan orang Makassar dan Bugis dikenal karena keterampilan pelaut dan kehebatan angkatan lautnya.

Pada abad ke-17, Kerajaan Gowa dilemahkan oleh konflik internal dan tekanan eksternal dari Perusahaan Hindia Timur Belanda, yang memperluas kekuasaannya atas kepulauan Indonesia.

Belanda akhirnya mengalahkan Kerajaan Gowa pada tahun 1669 dan mendirikan pemerintahan kolonial mereka sendiri di wilayah tersebut.

Di bawah pemerintahan kolonial Belanda, orang Makassar menjadi sasaran kerja paksa, penyitaan tanah, dan bentuk eksploitasi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini