Kepala Dinas Perindustrian Sulawesi Selatan Ahmadi Akil memaparkan, ini sebagai momen kebangkitan para pengrajin pasca pandemi menuju pasar Internasional. Makanya produk yang dipamerkan yang punya potensi ke pasar internasional.
"Sesuai dengan arahan bapak Gubernur, bagaimana mengedepankan kearifan lokal. Sesuai dengan sub-tema 'The Authentic South Sulawesi', kerajinan, kuliner, dan seni budaya yang dipamerkan dalam Inacraft ini menjaga keaslian dan betul-betul autentik Sulawesi Selatan," pungkasnya.
Kegiatan Inacraft ini dilaksanakan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASHEPI) yang merupakan wadah bagi produsen dan eksportir handicraft Indonesia.
Acara ini bakal diikuti lebih dari 1.200 tenant pengrajin dari seluruh penjuru Indonesia dan beberapa negara antara lain Maroco, Uzbekistan, Nepal.
Baca Juga:Sulsel Jadi Ikon Pameran Handicraft Terbesar Asia Tenggara
Hal ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan dalam menunjukkan eksistensi seni, kebudayaan, kreativitas, kerajinan, lokalitas, hingga pariwisata.