Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menambahkan semua pihak harus menyambut kontestasi demokrasi dengan penuh suka cita. Harus ada diskusi tentang gagasan, tentang percepatan pembangunan.
"Bagaimana agar pembangunan bisa kita percepat dengan kebijakan yang akurat, berkaitan dengan sasaran daripada pembangunan itu sendiri. Sehingga kita gak menatap masalah, tapi kita menatap masa depan," kata Sandiaga.
Diketahui, isu utang Rp50 miliar antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno jadi sorotan publik. Utang itu berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu.
Semua bermula saat Sandi mengungkap soal perjanjian antara dirinya, Anies dan Prabowo Subianto. Kendati tak menjelaskan isi perjanjian tersebut, tapi ternyata soal utang-piutang Anies Baswedan.
Baca Juga:Kena Serangan Balik, Sandiaga Uno Minta Stop Polemik Hutang Piutang Dengan Anies Baswedan
Hal tersebut dibeberkan oleh Waketum Partai Golkar, Erwin Aksa.
Belakangan muncul lagi soal salinan surat pernyataan Anies ke Sandiaga. Jumlah utang mencapai Rp92 miliar.
Namun kini Sandiaga enggan membahas soal utang piutang tersebut. Menurutnya, hal itu akan memperkeruh situasi.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga:Anies Klarifikasi Kalau Utang Rp 92 Miliar Bukan dari Sandiaga Uno, Terus Duit Siapa?