Pengadilan Negeri Mamuju Bebaskan Anggota DPRD Sulbar Dari Kasus Korupsi Pengadaan Bibit

Membebaskan anggota DPRD Provinsi Sulbar Sukri dari status tersangka

Muhammad Yunus
Selasa, 22 November 2022 | 09:22 WIB
Pengadilan Negeri Mamuju Bebaskan Anggota DPRD Sulbar Dari Kasus Korupsi Pengadaan Bibit
Anggota DPRD Provinsi Sulbar Sukri didampingi pengacaranya Nasrun Natsir yang menerima putusan bebas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit hutan dan lahan untuk petani di Polres Mamuju, Senin (21-11-2022)[SuaraSulsel.id/ANTARA]

SuaraSulsel.id - Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Mamuju, Sulawesi Barat, membebaskan anggota DPRD Provinsi Sulbar Sukri dari status tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit hutan dan lahan.

Hakim Ketua PN Mamuju Maslikun di Mamuju, memutuskan dalam sidang pra peradilan bahwa Sukri dinyatakan tidak bersalah, dan membebaskan statusnya sebagai tersangka. Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit hutan dan lahan.

Majelis hakim memutuskan Kejari dalam menetapkan Anggota DPRD Provinsi Sulbar inisial S sebagai tersangka tidak memenuhi dua alas bukti. Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit hutan dan lahan yang dianggarkan melalui Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar pada tahun 2019.

Dalam Kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejari Mamuju itu, dianggap telah menimbulkan kerugian negara Rp1,1 miliar.

Baca Juga:Anggota DPRD Sulbar dan Kepala Dinas Kehutanan Sulbar Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

Majelis hukum yang membacakan putusan sidang pra peradilan PN Mamuju juga meminta agar tersangka Sukri dilepaskan dari status tahanan Kejari Mamuju.

"Tidak memenuhi dua alas bukti yang sah secara hukum, dalam menetapkan Anggota DPRD Provinsi Sulbar Sukri sebagai tersangka yang dilakukan Kejari Mamuju sehingga PN Mamuju dibebaskan dari status tersangka dan dibebaskan sebagai tahanan Kejari Mamuju," kata Maslikun.

Dalam pembacaan putusan itu, dihadiri tim kuasa hukum, Anggota DPRD Provinsi Sulbar, Nasrun Natsir, Akriadi, dan Dedi.

"Atas putusan majelis hakim ini, klien kami dinyatakan tidak ada lagi hubungannya dengan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit hutan dan lahan yang ditangani Kejari Mamuju, dan meminta agar klien kami dibebaskan dari tahanan Kejari Mamuju," katanya.

Sementara itu, ratusan keluarga dan pendukung Anggota DPRD Provinsi Sulbar Sukri tampak berkumpul di PN Mamuju dan Polres Mamuju. Menunggu pembebasan Sukri dari tahanan Kejari Mamuju.

Baca Juga:Kejati Sulbar Hentikan Penuntutan Perkara Penganiayaan Petugas Damkar

"Kami menunggu keadilan, dan kami bersyukur atas dibebaskannya Sukri oleh majelis hakim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi," kata Nirwansyah keluarga Anggota DPRD Provinsi Sulbar itu. (Antara)

News

Terkini

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan daerah

News | 14:55 WIB

Terdakwa pelanggaran HAM berat Papua Isak Sattu hanya bisa menangis haru

News | 14:45 WIB

Isak Sattu hanya bisa menangis haru usai mendengar putusan hakim

News | 14:20 WIB

Sejumlah media asing menyoroti pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi KUHP

News | 13:26 WIB

Korban dikenal pekerja keras dan tulang punggung keluarga

News | 11:35 WIB

Pemprov Sulsel berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif

News | 10:40 WIB

Majalah Time menobatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

News | 09:37 WIB

Tim relawan BRI juga telah membantu proses evakuasi warga yang terisolir akibat rerentuhan pasca gempa.

News | 20:52 WIB

Dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat

News | 17:30 WIB

Bukan kasus dugaan uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri

News | 16:28 WIB

Apresiasi kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas

News | 13:30 WIB

P2DD Provinsi Sulsel raih penghargaan provinsi terbaik di KTI

News | 12:34 WIB

Prakiraan cuaca Sulawesi Barat dan sekitarnya

News | 07:12 WIB
Tampilkan lebih banyak