Bertemu di Bali, Joe Biden dan Xi Jinping Ternyata Sempat 'Panas' Soal Taiwan

Pertemuan Presiden AS Joe Biden dengan Presiden China Xi Jinping di Bali

Muhammad Yunus
Selasa, 15 November 2022 | 12:46 WIB
Bertemu di Bali, Joe Biden dan Xi Jinping Ternyata Sempat 'Panas' Soal Taiwan
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan) dan Presiden China Xi Jinping (kiri) berjabat tangan saat bertemu di sela-sela KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, Senin (14/11/2022). [SAUL LOEB / AFP]

SuaraSulsel.id - Pertemuan Presiden AS Joe Biden dengan Presiden China Xi Jinping di Bali untuk menghadiri gelaran KTT G20 menjadi salah satu sorotan dunia.

Pertemuan pada Senin (14/11/2022) kemarin menjadi pertemuan perdana sejak Biden resmi memimpin AS.

Terlebih, kedua negara itu sempat 'memanas' terkait isu China ingin menginvasi Taiwan.

Namun kedunya sepakat memiliki tujuan yang sama untuk mengelola perbedaan mereka dalam persaingan untuk pengaruh global.

Baca Juga:Permintaan Presiden Joe Biden, Bisakah Presiden Xi Jinping Lobi Korea Utara Hentikan Uji Coba Nuklir?

Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam, Joe Biden disebut langsung menolak "tindakan pemaksaan dan semakin agresif" dari China terhadap Taiwan.

Biden mengatakan, dalam hal hubungannya dengan China, AS akan "bersaing dengan penuh semangat, tetapi tidak mencari konflik".

"Saya benar-benar percaya tidak perlu ada perang dingin baru antara Amerika dan kekuatan Asia yang sedang bangkit," kata Biden dalam konferensi setelah pertemuan tersebut yang dikutip dari APnews, Selasa (15/11/2022).

Biden menegaskan kembali dukungan AS untuk kebijakan "Satu China" yang telah berlangsung lama, yang mengakui pemerintah di Beijing.

Biden juga mengizinkan hubungan informal Amerika dan hubungan pertahanan dengan Taipei, dan "ambiguitas strategis" mengenai apakah AS akan merespons secara militer jika pulau itu diserang.

Baca Juga:Momen Langka! Dua Srikandi Indonesia Apit Presiden Jokowi Dan Joe Biden Di KTT G20 Bali

Dia juga mengatakan bahwa meskipun pedang China baru-baru ini 'bergemerincing', dia tidak percaya "ada upaya segera dari pihak China untuk menyerang Taiwan."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini