Dianggap Tak Sesuai Ajaran Islam, MUI Larang Tarikat Taj Al-Khalwatiy Syekh Yusuf di Gowa

Muammar mengatakan aliran ini sudah cukup lama beroperasi. Sempat hilang, tetapi muncul kembali.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 11 November 2022 | 13:14 WIB
Dianggap Tak Sesuai Ajaran Islam, MUI Larang Tarikat Taj Al-Khalwatiy Syekh Yusuf di Gowa
Kantor Majelis Ulama Indonesia [Antara]

SuaraSulsel.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan akan mengeluarkan larangan untuk Tarikat Taj Al-Khalwatiy Syekh Yusuf beroperasi. Larangan ini merupakan tindaklanjut dari temuan Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

Aliran yang ada di Gowa, Sulawesi Selatan itu dianggap menyesatkan dan tidak sesuai dengan ajaran islam. MUI pun mengatakan segera mengeluarkan surat larangan tersebut.

"Iya, kita tindaklanjuti. Minggu ini (surat larangannya) akan disampaikan," ujar Sekretaris MUI Sulsel, Muammar Bakri saat dikonfirmasi, Jumat, 11 November 2022.

Muammar mengatakan aliran ini sudah cukup lama beroperasi. Sempat hilang, tetapi muncul kembali.

Bahkan, kata Muammar, organisasi ini pernah dibubarkan pada tahun 2019 lalu. Karena terdapat sejumlah penyimpangan dengan anjuran agama islam.

"Kalau sudah melanggar prinsip agama itu sudah pasti menyimpang. Misalnya, dari rukun pertama sampai keenam. Salah satunya saja melenceng, itu sudah pasti menyimpang. Misal, nabi diposisikan tidak pada tempatnya, haji tidak mesti ke tanah suci tapi urusan personal. Itu menyimpang," jelasnya. 

"Pekan ini kita akan diskusikan bentuk larangannya, apakah dalam bentuk edaran, larangan atau fatwa. Nanti didiskusikan bersama komisi fatwa MUI," tegasnya.

Kata Muammar, organisasi ini juga sudah diawasi oleh MUI Gowa sejak tahun 2016. Ada beberapa alasan kenapa dilarang beroperasi.

Salah satunya karena mereka percaya ada Kitabullah, selain Alqur'an. Kitabullah yang dimaksud adalah kitab yang diajarkan nabi Muhammad SAW kepada Syekh Yusuf di surga yang ditemukan di dalam peti jenazah.

Kemudian mengangkat dirinya sebagai maha guru atau mursyid dan rasul, yang selanjutnya menjadi Tuhan bagi seluruh manusia sejak jam 9, tanggal 9, bulan 9, tahun 1999.

Mahaguru itu lalu dituhankan sama seperti Jibril dan Muhammad SAW.

Sebelumnya diketahui, Tim Pakem Kejati Sulsel merekomendasikan ke MUI Sulsel agar melarang aliran kepercayaan tarikat Taj Al-Khalwatiy Syekh Yusuf karena dianggap menyimpang.

Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan, Kamis, 10 November 2022, kemarin. Hasilnya diputuskan bahwa aliran tersebut tidak sesuai dengan aturan agama islam.

"Tarikat tersebut masih ada dan menyebarkan aliran-aliran yang dianutnya. Seperti melakukan perekrutan," ungkap Soetarmi.

Iya mengaku Taj Al-Khalwatiy Syekh Yusuf melakukan perekrutan anggota setiap dua kali dan sepekan. Pengurusnya membaiat anggota setiap hari Jumat dan Minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini