Unjuk Rasa Menolak Perpanjangan Kontrak Karya PT Vale di Sulawesi Tenggara Ricuh

Massa dari Wanara Nusantara Indonesia mencoba membakar ban bekas di area gedung

Muhammad Yunus
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:27 WIB
Unjuk Rasa Menolak Perpanjangan Kontrak Karya PT Vale di Sulawesi Tenggara Ricuh
Unjuk rasa menolak perpanjangan izin PT Vale di DPRD Sulawesi Tenggara ricuh. Massa dari Wanara Nusantara Indonesia mencoba membakar ban bekas di area gedung, Senin (17/10/2022) [Telisik.id]

SuaraSulsel.id - Unjuk rasa menolak perpanjangan izin PT Vale di DPRD Sulawesi Tenggara ricuh. Massa dari Wanara Nusantara Indonesia mencoba membakar ban bekas di area gedung, Senin (17/10/2022).

Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, kericuhan terjadi saat massa mendapat perlawanan dari staf DPRD Sulawesi Tenggara. Mencoba mencegah pembakaran ban bekas.
Aksi kejar-kejaran dan saling pukul antara kedua belah pihak pun terjadi.

Aksi saling pukul itu tidak berlangsung lama. Setelah pihak kepolisian menenangkan kedua belah pihak.

Demonstrasi kemudian berlanjut dan massa ditemui oleh Anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tenggara, Abdul Salam Sahadia.

Baca Juga:Polda Sulawesi Tenggara Gandeng Tiga Kampus Tingkatkan Pengetahuan dan Karakter Personel

Saat penyampaian aspirasi berlangsung, Ketua Wanara Sulawesi Tenggara Samsul menegaskan, mereka tidak ingin ada perpanjangan IUP PT Vale di Kabupaten Kolaka.

Pasalnya, keberadaan PT Vale yang sudah mencapai 50 tahun beraktivitas di Kabupaten Kolaka, tidak memberi kontribusi pada pemerintah dan masyarakat.

"Terutama soal pembangunan smelter. Hanya dijanjikan ke masyarakat, tidak pernah terealisasi," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga menyinggung terkait penyaluran CSR yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaannya.

"Ini sangat merugikan masyarakat," katanya.

Baca Juga:Ali Mazi Siap Menangkan Anies Baswedan di Sulawesi Tenggara

Menanggapi itu, Abdul Salam Sahadia mengaku, pihaknya sudah merespon pernyataan Gubernur Sulawesi Tenggara dengan melakukan pertemuan internal. Membahas keberadaan PT Vale yang dinilai tidak memberikan kontribusi dan cenderung merugikan daerah.

"Makanya perlu ini kita respon secara cepat. Karena sesuai dengan pernyataan gubernur saat dengar pendapat," ungkapnya.

Terkait CSR, kata politisi Partai Demokrat itu, pihaknya juga akan menindaklanjuti. Baik melalui rapat dengar pendapat maupun dengan pembentukan pansus.

"Ini kita sepakat untuk tindak lanjuti," ucapnya.

Komisi III juga dalam waktu dekat ini bakal memanggil PT Vale dan instansi terkait. Guna membahas permasalahan yang terjadi.

"Minimal kita rekomendasikan penghentian seluruh aktivitas PT Vale," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini