SuaraSulsel.id - Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar masih terus berlanjut. Ribuan mahasiswa menutup akses jalan raya sebagai bentuk protes ke pemerintah.
Sudah hampir sepekan, mahasiswa di Kota Makassar menggelar unjuk rasa di jalan. Kemacetan pun tak terhindarkan.
Potret aksi demonstrasi ini beredar luas di media sosial. Salah satunya di depan Kampus Universitas Hasanuddin, Kamis, 8 September 2022.
Ratusan mahasiswa dari kampus merah turun ke jalan. Menyuarakan keluhan masyarakat soal dampak kenaikan BBM. Hujan bahkan tak menghalangi niat mereka.
Hal tersebut membuat jalan Perintis Kemerdekaan lumpuh total. Sebab, mahasiswa memblokade dua ruas jalan dengan palang bambu dan ban bekas.
Tiba-tiba, seorang perempuan paruh baya mendatangi mahasiswa yang sedang berorasi. Dengan nada marah, emak-emak berhijab warna hijau itu terlihat menceramahi demonstran.
"Kalau mau demo, pergi saja di Jakarta, jangan di sini. Kamu ngerugiin banyak orang. Lihat di sana. Benar-benar kalian ini. Otak kalian taruh dimana," bentak ibu-ibu tersebut.
"Tugas kalian belajar. Kalau kalian mau jadi presiden, silahkan. Astaga masih mahasiswa kayak begini juga. Kamu udah ngerugiin banyak orang. Lihat, orang yang tersiksa," lanjutnya.
Sang ibu itu terlihat emosi karena mahasiswa membalasnya dengan yel-yel. Ia bahkan diduga sebagai provokator.
Baca Juga:Viral Aksi Emak-emak Minta Mahasiswa yang Demo Kenaikan BBM Buka Jalan, Publik Saling Debat
"Hati-hati provokasi," teriak mahasiswa.
"Cuma bisa nyanyi, apaan," katanya kesal.
Tindakan mahasiswa tersebut semakin membuat emosi emak-emak itu melunjak.
"Bikin malu, sumpah. Saya itu orang Makassar, tapi saya malu. Nggak intelek banget. Kalau kamu mau protes, silahkan di gedung DPRD, nggak di sini," tegasnya dengan ekspresi ngeyel.
"Siapa yang mau dengar. Sekarang kamu to the poin nggak sama orangnya. Enggak, nggak loh nak. Saya tanya kamu sekarang mau komunikasi sama siapa. Kan aneh. Semua merasa rugi di sini," ungkapnya.
Momen ini viral di media sosial. Banyak yang mendukung perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut. Namun, tak sedikit pula yang menggunjingnya.