Ketua Cabang Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kendari, Muhammad Alamsyah memastikan, jika aksi penyanderaan kendaraan dilakukan saat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.
"Ini bentuk dari kekecewaan kami terhadap kebijakan pemerintah, bentuk dari desakan masyarakat untuk menolak kenaikan harga BBM," ucapnya seperti dikutip Telisik.com-jaringan Suara.com.
Dalam aksi tersebut, pemblokadean dilakukan selama beberapa menit. Saat terjadi aksi tersebut, polisi yang berada di lokasi langsung bermediasi dengan mahasiswa untuk melepaskan kendaraan roda enam tersebut.
Akhirnya, truk kontainer tersebut akhirnya berhasil dibebaskan dan melanjutkan perjalanannya. Buntut aksi tersebut, arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalur lain.
Baca Juga:Aksi Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM di Jakarta Sempat Ricuh
Sebelumnya, Ketua Komisi DPRD Sultra, Suwandi Andi, mengapresiasi serta mendukung apa yang disuarakan oleh massa yang melakukan unjuk rasa.
"Tentu saya sangat mendukung gerakan teman-teman saya sampaikan seluruh anggota DPRD Sultra sepakat untuk menolak dan membatalkan kenaikan harga BBM," ucapnya.
Selain di Kendari, tercatat aksi serupa juga terjadi di daerah lain. Seperti di Jakarta, aksi dilakukan sejumlah elemen mahasiswa di Kawasan Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat. Kemudian di depan Kompleks Parlemen Gedung Parlemen, Jakarta.