Berdasarkan pantauan SuaraSulsel.id, sejumlah SPBU terpantau dipadati pengendara motor maupun mobil. Seperti SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.
Antrean yang didominasi oleh mobil meluber hingga ke jalan raya. Kondisi ini mengakibatkan kemacetan di jalan Poros Perintis kemerdekaan karena antrean di SPBU mengular hingga 2 km di jalan raya.
Sejumlah pengendara mengaku baru mengetahui kenaikan BBM dari instagram. Sehingga, mereka langsung tancap gas ke SPBU.
"Jakarta dan Makassar beda sejam. Jadi masih ada kesempatan untuk kasih penuh tangki. Walau harus antre panjang begini," kata salah satu pengendara mobil, Iswanto.
Baca Juga:Harga BBM Naik, Warga Makassar Nyanyi Lagu Iwan Fals: BBM Naik Tinggi Susu Tak Terbeli
Pengendara lain, Yusuf Mansyur mengaku sangat kecewa. Masyarakat seolah kena prank oleh pemerintah.
Bagaimana tidak. Pengendara mobil box itu mengaku rela antre hingga berjam-jam demi mengisi solar pada tanggal 31 Agustus lalu. Ternyata keesokan harinya BBM tidak naik.
"Pas kita lengah karena kasus Sambo, pemerintah tiba-tiba naikkan harga. Padahal kemarin saya antre di SPBU Sudiang lima jam demi isi solar, besoknya ternyata tidak naik. Luar biasa pak Jokowi prank masyarakat," keluhnya.
Yusuf mengaku hidupnya saat ini sudah seperti lagu Iwan Fals. "BBM naik tinggi, harga susu tidak mampu terbeli".
"Sudah kayak lagu Iwan Fals ini hidup, mbak. BBM naik, harga bahan pokok juga pasti ikut naik. Kita tidak mampu belikan anak susu," ujarnya sambil berkelakar.
Baca Juga:Harga BBM Terbaru Sabtu 3 September 2022, Pertalite Jadi Rp10 Ribu
Hingga kini belum ada terlihat petugas kepolisian di SPBU untuk melakukan pengamanan. Walau antrean semakin padat.