Amanna Gappa: Perintah Menteri Perhubungan, Rel Kereta Api Makassar - Maros di Atas Tanah

Jalur kereta api Makassar - Maros tetap akan dibangun at grade atau di atas tanah

Muhammad Yunus
Rabu, 20 Juli 2022 | 14:26 WIB
Amanna Gappa: Perintah Menteri Perhubungan, Rel Kereta Api Makassar - Maros di Atas Tanah
Rel kereta api di Kabupaten Maros [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Kemudian pada tahun 2012 dilakukan studi desain dan perencanaan jalur kereta api oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dibarengi dengan studi trase oleh Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA.

Ijin dan Amdal baru keluar tiga tahun setelah uji desain. Sementara untuk desain struktur jembatan, bangunan stasiun dan fasilitas operasi termasuk review desain dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2015 sampai 2018.

"Ini bukti konkret bahwa pembangunan infrastruktur di Sulawesi juga terus berkembang. Ini suatu kebanggaan akhirnya Sulawesi punya kereta api," ujarnya.

Pembangunan jalur Kereta Api Sulawesi sendiri terbagi menjadi beberapa tahapan segmentasi.

Baca Juga:Larangan Mulai Meluas, Ini Bahaya Penggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya

Pada segmen I dilaksanakan mulai tahun 2015-2016 dari km 74 sampai km 91 yang berada di Kabupaten Barru dengan ruang lingkup kegiatan meliputi pembangunan badan jalan, jembatan box culvert, jalan rel, dan bangunan sipil lainnya sepanjang sekitar 16 km.

Sementara, pengadaan lahan untuk pembangunan badan jalan kereta api di Segmen I dilaksanakan oleh Pemprov Sulsel sepanjang 16 km pada tahun 2014-2015.

Untuk segmen II dibangun tahun 2017-2019 sepanjang 24 km dan siding track menuju pelabuhan Garongkong sepanjang 4,7 km dengan membangun badan jalan dan jembatan, box culvert, rel dan bangunan sipil lainnya.

Pengadaan lahan di segmen II dilaksanakan pada tahun 2016-2017 dengan sumber pembiayaan APBN. Kementerian Perhubungan.

Lalu, segmen III dilaksanakan pada tahun 2019-2022 sepanjang kurang lebih 60 km melintasi Kabupaten Maros dan Pangkep dengan 7 stasiun dengan ruang lingkup kegiatan pembangunan badan jalan dan jembatan, box culvert, jalan rel dan bangunan sipil lainnya.

Baca Juga:4 Rekomendasi Stasiun untuk Perokok di KA Tawang Alun

Pengadaan lahan di segmen III dimulai sejak 2017 dan telah selesai pada awalan tahun 2022 yang bersumber pembiayaan berasal dari LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini