Kasi Perawatan dan peningkatan BPKA Sulsel Arief Sudiatmiko menambahkan, jalur kereta api Barru - Makassar sudah didesain bebas banjir. Tidak ada juga konstruksi perlintasan atau perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya.
"Kita sudah mempertimbangkan muka air banjir dan periode banjir 50 tahunan. Untuk jalur hewan ternak pun kita pertimbangkan," ungkapnya.
Anggaran Rp1,2 Triliun
Jalur Maros-Makassar masuk dalam tahap pembangunan segmen E. Panjangnya 8,8 kilo meter. Saat ini, pengerjaan lanjutan masih menunggu penetapan lokasi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Baca Juga:Larangan Mulai Meluas, Ini Bahaya Penggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya
Anggaran yang disiapkan untuk segmen ini adalah Rp1,2 Triliun. Namun, hingga bulan akhir Juli ini, anggaran itu belum terserap.
"Kemungkinan hanya bisa terserap 20 sampai 30 persen tahun ini. Pengadaan lahannya tidak mudah," kata PPK Pengadaan Lahan Makassar-Maros, Ryco Pradana.
Jika tidak habis terserap, maka Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) akan menarik ulang anggaran tersebut. Peruntukannya akan dialihkan ke proyek lain.
"Jika kami tidak bisa menyerap anggaran tersebut, maka ada proyek lain yang serap. Anggarannya tidak kecil, sementara ini sudah minggu ke tiga bulan Juli," beber Ryco.
Kereta api jalur Barru-Maros rencananya dioperasikan bulan Oktober 2022. Presiden RI, Joko Widodo dijadwalkan akan hadir langsung.
Baca Juga:4 Rekomendasi Stasiun untuk Perokok di KA Tawang Alun
Kepala Balai Pengelolaan Kereta Api Sulawesi Selatan Amanna Gappa mengatakan pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare merupakan proyek strategis nasional (PSN). Proyek ini sudah dibahas sejak tahun 2003 dengan melakukan uji tahapan studi kelayakanoleh Ditjen Perhubungan Darat.