Warga Takalar Mulai Usaha Jual Donat Keliling Lorong, Kini Punya 3 Toko Omset Puluhan Juta Per Hari

Pasangan suami istri di Takalar sukses bangun usaha donat

Muhammad Yunus
Senin, 11 Juli 2022 | 16:55 WIB
Warga Takalar Mulai Usaha Jual Donat Keliling Lorong, Kini Punya 3 Toko Omset Puluhan Juta Per Hari
Arifuddin Alwi pemilik usaha donat Kampar Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Sejak itu, penjualannya meningkat. Keuntungan awalnya dipakai untuk membuka toko di Galesong, Kabupaten Takalar.

Ia ingat betul, tujuh tahun yang lalu, Arifuddin hanya membuat donat dari 2 Kg terigu saja. Awalnya memang hanya sekadar coba-coba.

Ternyata penjualan donatnya menanjak. Kini, ia bisa menghabiskan terigu 200 Kg untuk satu outlet dalam sehari.

Arifuddin mengatakan produk donutnya memiliki keunggulan yang tidak dimiliki kompetitor. Antara lain teksturnya yang lebih lembut dan tahan lama.

Baca Juga:Cuaca Buruk, Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Ambon dan Kembali ke Makassar

Sedangkan dari segi harga juga lebih murah. Untuk paket 8 donat saja, harganya hanya Rp26 ribu. Jika beli berkelipatan, lebih murah lagi.

"Donat Kampar digemari karena beda dari donat yang lain. Enak dan murah," ujarnya.

Menurutnya, pelanggan kuenya masih dari Takalar, Gowa, dan Makassar. Saat ini ia memang masih menyasar pelanggan yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Meski demikian, ia sudah bisa meraup omzet hingga puluhan juta per bulan. Terlebih saat hari raya dan hari besar keagamaan tiba, keuntungan meroket.

"Kalau menjelang sore atau akhir pekan, orang antre panjang di sini sampai di jalanan mau beli donat. Polisi sampai datang bilang, kenapa ini macet sekali," sebutnya dengan riang.

Baca Juga:Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Sidak Stok dan Harga Pangan di Pasar Pabaeng-baeng Makassar

Usaha donat Kampar Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]
Usaha donat Kampar Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Bangun Usaha Tidak Selalu Mulus

Kendati demikian, ia mengaku perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Ia harus menghadapi berbagai rintangan saat merintis usaha tersebut.

"Sampai kita dapat kritikan di media sosial, ada yang bilang mau makan donat saja harus antre berjam-jam, mending saya beli donat di mall," katanya.

Pada tahun 2021, Arifuddin memilih untuk keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Ia ingin fokus untuk bisnis Donat Kampar.

Apalagi saat itu musim pandemi Covid-19. 80 persen penjualannya anjlok. Begitu pun dengan bahan baku seperti minyak goreng yang sempat langka.

"Kami bahkan sempat ditipu karena minyak goreng," sebutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini