"Dengan kondisi seperti ini, maka kami harus membujuk dengan segala macam cara agar mereka dapat menerimanya, dan Alhamdulillah berkat kerja keras kami semua dari teman sektor 1 yang dilandasi dengan keikhlasan dan kebersamaan akhirnya semua dapat diatasi dengan baik," lanjutnya.
Menurut Nasbon, berbagai tingkah unik jemaah ia hadapi selama di Madinah. Bahkan yang kehilangan sendal pun harus mereka bantu.
"Ada yang tidak mau tahu bagaimana agar bisa mendapatkan sendal lagi. Dan sebagai petugas kita harus berusaha untuk mencarikan jalan keluarnya," kata Nasbon.
Kejadian seperti itu, jelas Nasbon, bisa saja terjadi karena jemaah haji Indonesia berasal dari tingkat pendidikan, pengalaman bepergian, hingga kondisi kesehatan yang berbeda-beda.
Baca Juga:Aturan Longgar, Jamaah Calon Haji Indonesia Tetap Disiplin Pakai Masker
“Mulai dari tidak lulus SD hingga S3, bahkan yang belum pernah lihat pesawat hingga sudah ratusan kali naik pesawat ada di sini,” bebernya.
Ditambahkannya, bahwa kemudahan PPIH Arab Saudi bagian akomodasi lainnya dalam membantu mengatasi keluhan jemaah tidak terlepas dari keberadaan Kepala UPT Asrama Haji Medan, Ramlan sebagai Ketua Sektor 1.
"Dedikasinya dalam mengurus jemaah sungguh luar biasa. Orangnya simpati, peduli, dan penuh perhatian sama anggotanya. Setiap saat memberikan semangat kepada kami semua tampa kenal lelah," kisahnya.
"Akhirnya kami semua berharap dari sektor 1 Madinah, khususnya tim akomodasi kiranya Allah SWT tetap melindungi dan memberikan kesehatan. Sehingga dapat menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya dibawah ridho-Nya sampai pulang ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur," tutupnya.
Baca Juga:Apa Saja Sunah-Sunah Ihram Saat Ibadah Haji? Simak Penjelasannya Berikut