- Pionir SAR Unhas menemui Ketua Umum IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta pada Sabtu, 11 April 2026.
- Pertemuan tersebut membahas persiapan peringatan 40 tahun SAR Unhas serta rencana penerbitan buku perjalanan organisasi tersebut.
- Andi Amran Sulaiman memberikan dukungan finansial sebesar Rp300 juta untuk operasional kemanusiaan serta persiapan peringatan HUT SAR Unhas.
SuaraSulsel.id - Sejumlah pionir Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin melakukan silaturahmi dengan Ketua Umum IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman, di kediamannya di Jakarta, Sabtu (11/4/2026) pagi.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan peringatan 40 tahun SAR Unhas yang akan diperingati pada 2026.
Rombongan pionir yang hadir antara lain Umar Arsal (FISIP/1992, Ketua SAR Unhas pertama), Riady Bakri (Teknik Elektro/1981), Priyatno Sismadi (Kedokteran/1981), Bohari Lewa (Hukum/1984).
Herman (Perikanan/1997), serta Ketua SAR Unhas saat ini Juninho Yanto Benny (Teknik Mesin/2021). Turut hadir pula mantan Komisioner KPK Laode M. Syarif (Fakultas Hukum/1985).
Baca Juga:203.320 Jemaah Haji 2026 Peroleh Banknotes SAR 750 dari BRI untuk Dibelanjakan di Tanah Suci
Pertemuan yang difasilitasi Umar Arsal dan tim asistensi Ketua Umum IKA Unhas itu berlangsung sejak pukul 06.00 pagi, menyesuaikan agenda padat Andi Amran Sulaiman pada akhir pekan.
Bahas Buku 40 Tahun SAR Unhas
Dalam pertemuan tersebut, para pionir SAR Unhas menyampaikan rencana penerbitan buku berjudul “Rumah Jingga Tamalanrea: Monumen Ingatan 40 Tahun SAR Unhas 1986–2026.”
Mereka meminta kesediaan Andi Amran Sulaiman untuk memberikan sambutan tertulis pada bagian pengantar buku tersebut.
Permintaan tersebut langsung disambut positif. Menurut Amran, anggota SAR dikenal memiliki semangat pengabdian yang tinggi.
Baca Juga:Pemerintah Tegaskan Berpengalaman Hadapi El Nino Godzilla, Terparah di Tahun 2015
“Anggota SAR itu selalu ikhlas hatinya. Mereka sering melupakan kepentingan pribadi karena mendahulukan panggilan kemanusiaan untuk menolong masyarakat yang kesusahan,” ujarnya.
Kenangan Relawan dan Nilai Keikhlasan
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Amran juga berbagi pandangannya tentang pentingnya keikhlasan dalam membantu sesama.
Ia mencontohkan pengalaman ketika relawan SAR Unhas terlibat dalam misi kemanusiaan saat bencana banjir di Sumatra.
Saat itu, ia turut membantu menggalang dana bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar.
Menurutnya, nilai sedekah tidak semata dilihat dari besarnya jumlah, tetapi dari ketulusan hati orang yang memberi.