– Tidak Ikhlas Dalam Berpuasa
Seseorang yang berpuasa bukan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala maka puasanya akan menjadi sia-sia saja. Ia berpuasa hanya karena musiman, ikut-ikutan atau karena tujuan duniawi yang lain. Padahal Nabi telah sebutkan bahwa :
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari).
– Berbohong
Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Tasikmalaya Hari Ini, Minggu 17 April 2022
Berkata dusta adalah hal yang membuat puasa seseorang menjadi tidak memiliki nilai. Sangat rugi ketika seseorang sedang puasa. Tapi ia masih terjerumus melakukan perkataan dusta. Dalam kondisi ini khususnya.
Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) mengamalkannya, maka tidaklah Allah Azza wa Jalla butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya” (HR. Bukhari).
Imam Suyuti menyebutkan bahwa az zuur memiliki makna perkataan dusta. Mengamalkannya berarti melakukan perbuatan keji. Merupakan konsekuensinya yang telah Allah Ta’ala larang.
– Sumpah Palsu
Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Kota Pagar Alam Hari Ini, Minggu 17 April 2022
Seseorang yang melakukan sumpah palsu maka puasanya akan sia-sia karena tergolong dari perkataan dusta dalam memberikan suatu pernyataan sebagaimana dalam HR. Bukhari di atas bahwa perkataan dusta diantara sebab puasa tak memiliki nilai. Namun hal yang tak kalah penting bahwa sumpah palsu termasuk perkara dosa besar dalam Islam.