"Tapi saya bahagia, saya dipercaya bikinkan baju untuk Presiden," ujarnya.
Ridho juga yang selalu menyiapkan baju tenun sutra untuk Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Katanya, hampir 80 persen pakaian sutra mantan Gubernur Sulsel itu dia yang buat.
Sayang, usaha tenun sutranya saat ini terkatung-katung. Produksinya tak lagi aktif seperti dulu.
Masalahnya hanya satu. Bahan baku yakni ulat murbei harus diimpor dari China.
Baca Juga:Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin Mau Berkunjung ke Rumah Almarhum KH Sanusi Baco di Makassar
Harganya pun semakin mahal. Satu box saja, kata Ridho harganya Rp1,2 juta.
Sementara, satu box itu hanya mampu memproduksi benang sampai 5 kilo. Setiap satu kilo bisa menghasilkan 12 meter kain saja.
"Saya dulu punya 15 pengrajin, sekarang tidak ada. Kalau ada permintaan kita panggil satu atau dua orang saja," keluhnya.
Pemilik Koperasi Sutra Sengkang ini menambahkan produksi tenun sutra asal Sengkang bisa terancam punah. Saat ini, kelompok pengrajin hanya tersisa sekitar 10 persen saja.
Padahal dulu hampir 95 persen orang Sengkang mata pencahariannya berpatokan sama tenun sutra. Sekarang sudah tidak ada yang mau.
Baca Juga:Negara Rugi Rp9,3 Miliar Dalam Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Ibu dan Anak Fatimah Makassar
"Kita tidak mampu. Masalahnya hanya satu karena bahan baku mahal. Harus impor," bebernya.