Potret Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di SD Negeri Borong Makassar

Perpustakaan tidak hanya untuk aktivitas membaca dan meminjam buku

Muhammad Yunus
Jum'at, 14 Januari 2022 | 11:05 WIB
Potret Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di SD Negeri Borong Makassar
Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Sambil menunggu arisan dimulai, Oma Dava menemani cucunya membaca. Cucunya, Ahmad Dava Rayyan, baru duduk di kelas 1. Oma Dava, sapaan akrab Hj Andi Darmawati, itu meminta cucunya membaca buku berjudul Seri Mengenal Hewan tentang Lumba-lumba.

Dia menjelaskan perbedaan lumba-lumba dengan ikan paus. Dia juga mengambilkan buku tentang kisah Nabi Muhammad saw. Oma Dava berpesan ke cucunya, kalau ke sekolah, singgah di perpustakaan bila belum ada kegiatan.

"Daripada anak hanya memegang gawai, lebih baik membaca di perpustakaan," katanya.

Di pojok berbeda, sejumlah anak asyik menggambar. Kegiatan ini tak hanya diikuti murid-murid SD Negeri Borong. Bahkan anak yang belum sekolah juga dibolehkan ikut. Kebetulan, anak-anak itu kerap diajak orang tuanya mengikuti kegiatan Bunda Pustaka.

Baca Juga:Dugaan SPPD Fiktif Dinas Perpustakaan Lahat Disidik, Nilai Anggaran Rp1,1 Miliar

Karena masih awal tahun, Rusdin Tompo meminta mereka menggambar tentang tema tahun baru. Andi Muhammad Huga membuat gambar dengan pensil dan menulis: tahun baru hal yang indah, dan tidak ada yang tidak berkesan. Sedangkan Syifa Putri NH membuat gambar balon dan terompet dengan tulisan, Happy New Year 2022.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini