alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Walikota Danny Wakili Indonesia Ungkap Politik Demokrasi Makassar Lewat Sombere Smart City

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah Selasa, 07 Desember 2021 | 12:29 WIB

Walikota Danny Wakili Indonesia Ungkap Politik Demokrasi Makassar Lewat Sombere Smart City
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan. (Dok: Pemkot Makassar)

Perjuangan kotak kosong membawa wali kota Danny dikenal dunia.

SuaraSulsel.id - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mewakili Indonesia bersama 11 Wali Kota lainnya di dunia membahas perjalanan politik demokrasi yang tercipta di Makassar dengan konsep dan program inovatifnya bernama sombere’ smart city.

Undangan kehormatan tersebut di alamatkan pada Danny Pomanto setelah terpilih dari 6 kepala daerah di Indonesia yang di usulkan lalu bergabung dengan para kepala daerah lainnya sedunia pada ajang Summit for democracy yang di adakan secara virtual oleh woodrow wilson international center for scholars pada Selasa, (6/12/2021).

Dengan mengambil tema mayors delivering democracy daily, Wali Kota Danny secara singkat menjelaskan demokrasi di Makassar tercipta karena masyarakatnya yang berani dan cerdas.

“Makassar ini kota luar biasa. Rakyatnya berani dan cerdas. Hal ini di buktikan dengan kemenangan kotak kosong pada pilkada beberapa tahun lalu dimana masyarakat percaya akan kinerja saya melalui program Makassar sombere’ smart city," terang Danny.

Baca Juga: Danny Pomanto Minta Warga Makassar Tetap Waspada Banjir

Tak hanya itu, Danny juga menuturkan bagaimana Ia merangkul beberapa orang yang dulunya di sebut avengers dan kini di ubah menjadi bassi barania untuk melihat dan memberikan kritik membangun akan kinerja pemerintah.

“Yang menarik juga adalah kehadiran orang-orang yang di beri kedaulatan untuk berkomentar membangun dan di namakan bassi barania yang sebelumnya di sebut avengers. Mereka inilah yang menjadi penggerak di Makassar dan secara tidak langsung menerapkan politik demokrasi di masyarakat," terang Danny.

Meski hanya diberikan waktu sekira 3 menit, namun Wali Kota Makassar mampu meyakinkan dunia bahwa Makassar mampu menjadi kota yang menerapkan politik demokrasi yang baik. Rencananya acara ini akan berlangsung kembali untuk tahapan selanjutnya pada Juni 2022 mendatang di Amerika.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait