Anak SMP Dipaksa Menikah Dengan Pria di Pinrang Alami Tekanan Psikologis

Diduga mengalami gangguan mental. Setelah menjadi korban perundungan di sekolah.

Muhammad Yunus
Selasa, 30 November 2021 | 11:28 WIB
Anak SMP Dipaksa Menikah Dengan Pria di Pinrang Alami Tekanan Psikologis
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Selatan Meisy Papayungan [SuaraSulsel.id/Muhammad Aidil]

Tujuan pemeriksaan psikologis, kata Meisy, adalah agar dapat memulihkan kondisi mental anak perempuan yang lagi terpuruk itu. Hasil pemeriksaan, akan diserahkan ke Polres Pinrang.

Kemudian petugas juga akan melakukan mediasi dengan pihak sekolah dan teman-temannya agar anak perempuan tersebut dapat bangkit kembali dan melanjutkan pendidikannya di sekolah.

"Jadi sementara kita selamatkan dulu sekolahnya. Jangan kemudian dia putus sekolah hanya gara-gara kejadian ini. Ini pemeriksaan psikologi kalau di sini. Kan ini belum terjadi apa-apa. Yang masalah kendala utama, yang dikeluhkan anak ini mengalami gangguan emosional, merasa malu sampai tidak mau sekolah. Dan dia juga lari tinggalkan rumah, terus ke rumah bapaknya," jelas Meisy.

Keluarga Tidak Setuju Dengan Lamaran

Baca Juga:Viral Perempuan Lamar Pria Mahar Rp500 Juta, MUI: Tidak Boleh

Meisy menerangkan keluarga ayah perempuan itu tidak mengetahui sama sekali jika anaknya perempuannya akan dinikahkan. Proses lamaran hanya dilakukan oleh sang ibu tanpa sepengetahuan pihak keluarganya yang lain.

"Keluarga dari bapaknya tidak setuju. Keluarga ibunya juga tidak setuju. Ibunya saja ini yang pergi melamar sama itu calonnya dan keluarga calonnya. Ibunya yang pergi melamar. Bapaknya tidak ada, kan sudah bercerai ini. Keluarga bapaknya tidak setuju, keluarga ibunya juga tidak setuju. Saudara ibunya tidak ada yang setuju ini. Cuma ibunya ini yang berbicara dengan ibunya yang laki-laki dilamar," terang Meisy.

Sehingga, ayah perempuan yang ingin dinikahkan tersebut berharap agar petugas dapat memberikan pendampingan psikologis. Agar anak perempuan itu berani bergaul untuk melanjutkan sekolahnya.

"Kita dampingi sambil yang penting dia mau kembali dulu ke sekolah karena dia sudah mau ujian. Barang kali dia sudah kelas tiga. Setelah itu di Pinrang juga nanti mungkin kita akan hubungi ibu dan keluarga besarnya dan keluarga laki-laki juga ini yang menerima lamaran," katanya.

"Iya, akan dipanggil ibunya. Kita mungkin masuk pemanggilannya dari kepolisian, kita usahakan dulu dimediasi. Kita tahu dulu apa penyebabnya, kalau perlu juga dikonsulkan mungkin ibunya juga ada masalah-masalah begitu. Jadi nanti tergantung kalau misalnya dianggap perlu bisa juga kita undang di sini untuk melakukan konseling," sambung Meisy.

Baca Juga:Lakukan Aborsi Karena Hamil Diluar Nikah, Dua Mahasiswa Ditangkap di Pinrang

A (26 tahun) salah satu keluarga anak perempuan yang ingin dinikahkan di Kabupaten Pinrang tersebut mengemukakan bahwa saat proses lamaran terjadi, pihak keluarga yang lain tidak dilibatkan sama sekali. Bahkan, anak perempuan yang ingin dinikahkan itu pun sama sekali tidak mengetahui terkait dirinya yang ingin dinikahkan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini