facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Natal dan Tahun Baru di Sulawesi Utara Tanpa Kembang Api

Muhammad Yunus Jum'at, 26 November 2021 | 07:05 WIB

Natal dan Tahun Baru di Sulawesi Utara Tanpa Kembang Api
Ilustrasi Natal [shutterstock]

PPKM level 3 di Sulawesi Utara

SuaraSulsel.id - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan mulai 24 Desember 2021 – 1 Januari 2022, pemerintah pusat menetapkan PPKM level 3. Termasuk Sulawesi Utara.

Meski demikian, Olly Dondokambey tetap mengizinkan ibadah natal dan tahan baru di gereja, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

“Ibadah boleh di gereja, tapi sesuai ketentuan dibatasi. Kalau perlu buat lima kali ibadah sehari,” kata Olly saat memberikan sambutan pada Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-34 GMIM di wilayah Tombatu Barat, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kamis (25/11/2021).

Mengutip BeritaManado.com -- jaringan Suara.com, satu yang mendapat penegasan gubernur adalah melarang pesta kembang api. Baik natal maupun malam tahun baru.

Baca Juga: Cegah Kerumunan Saat Nataru, Kulon Progo Bakal Tutup Lagi Alun-Alun Wates

“Ini demi kebaikan kita bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Olly mengingatkan jemaat gereja tetap disiplin dalam prokes.

Dikatakan, patuh bermasker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan adalah perisai untuk terlindungi dari corona.

Pernah Ancam Larang Gelar Kegiatan Natal

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey berharap target vaksinasi Covid-19 terus digenjot sampai akhir tahun.

Baca Juga: Kapasitas Jemaat Gereja saat Natal di Lampung Dibatasi 50 Persen

Olly mengintruksikan semua kepala daerah memacu vaksinasi hingga ke setiap desa.

Mengutip BeritaManado.com -- Jaringan Suara.com, menurut Olly, capaian vaksinasi harus mencapai 75% setiap desa, karena sebentar lagi ada perayaan natal dan tahun baru.

“Tapi kalau tidak 75%, natal tidak boleh ada kegiatan,” tegas Olly Dondokambey.

Hal itu disampaikan Olly Dondokambey saat hadir pada Ibadah Peresmian Jemaat dan Pentahbisan Gedung Gereja GMIM Kerajaan Allah Lolah, Kecamatam Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (24/10/2021).

Ia berharap ini menjadi perhatian semua perangkat pemerintah mulai dari bupati/walikota, camat, lurah hingga para kepala desa.

Selain itu, Olly terus mengimbau semua warga taat melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

Sebab kata dia, Covid-19 tidak bisa dimusnahkan, melainkan bisa dicegah dengan perilaku disiplin prokes

“Kita bersyukur kasus di Sulut sudah turun dan bisa beribadah seperti sekarang. Tapi jangan sampai lengah,” pesan Bendahara Umum DPP PDIP itu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait