Panik dan Histeris! Warga Palopo Rekam Detik-Detik Tanah Bergeser Dari Atas Bukit

Longsor kembali terjadi di jalur Palopo-Toraja, Rabu, 10 November 2021

Muhammad Yunus
Rabu, 10 November 2021 | 18:16 WIB
Panik dan Histeris! Warga Palopo Rekam Detik-Detik Tanah Bergeser Dari Atas Bukit
Warga berlari saat terjadi longsor di di jalur Palopo-Toraja, Rabu, 10 November 2021 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

SuaraSulsel.id - Longsor kembali terjadi di jalur Palopo-Toraja, Rabu, 10 November 2021, siang. Akibatnya jalan penghubung tersebut tidak bisa dilintasi.

Peristiwa ini sempat direkam sejumlah warga. Kemudian disebarkan di media sosial. Tampak tanah bergerak turun dari atas bukit. Sejumlah warga terlihat menjauh. Namun beberapa nekat menyaksikan peristiwa longsor tersebut. Meski sudah diteriaki untuk menjauh.

Beberapa warga juga terdengar histeris. Menyaksikan tanah tiba-tiba bergeser. Menimbun pepohonan di bawah bukit.

Kepala BPBD Kota Palopo Antonius mengatakan longsor terjadi di sepanjang jalan Battang. Longsor terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi di daerah tersebut beberapa hari terakhir.

Baca Juga:Pemprov Sulsel Polisikan Mafia Tanah di Kota Makassar

"Kejadian di kilo 13 di Battang. Sebelumnya juga di kilo 10 dan 11. Jadi berdekatan disitu," kata Antonius, Rabu, 10 November 2021.

Dari laporan tim tanggap darurat, tak ada korban jiwa hingga kini. Namun, longsor menutup badan jalan mengakibatkan kendaraan tak bisa lewat.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak bepergian ke Toraja, ataupun sebaliknya agar bisa menunda perjalanan terlebih dahulu. Kondisi jalur tersebut tidak aman dilalui untuk saat ini.

Sebagian aspal juga dilaporkan retak. Ia mengimbau agar masyarakat yang tinggal di pinggiran tebing agar tetap waspada apalagi saat musim hujan.

Warga berlari saat terjadi longsor di di jalur Palopo-Toraja, Rabu, 10 November 2021 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Warga berlari saat terjadi longsor di di jalur Palopo-Toraja, Rabu, 10 November 2021 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

"Sudah ada tim dari TRC dan alat berat yang ditugaskan untuk melakukan evakuasi. Kami imbau masyarakat di pinggir tebing agar selalu waspada," ungkap Antonius.

Baca Juga:Pahlawan Nasional Perempuan dari Sulsel Fajammah, Buang Gelar Bangsawan Demi Rakyat

Tak hanya longsor, banjir bandang juga menghantam daerah ini sejak pekan lalu. Akibatnya sejumlah jembatan dilaporkan rusak parah.

Salah satunya di jembatan sungai Battang yang menjadi akses Kota Palopo dan Kabupaten Luwu. Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman sudah meninjaunya, kemarin.

Jembatan tersebut mengalami keretakan dan miring akibat tergerus arus sungai yang meluap. Akibatnya, perbatasan Kota Palopo dan Kabupaten Luwu itu tidak dapat dilalui atau ditutup sementara.
Sudirman mengatakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) sedang menangani kerusakan tersebut. Jembatan bisa dilalui tiga hari ke depan.

"Balai cekatan untuk membantu dan melakukan double shift. Mereka bekerja di malam hari sampai jam 10 malam ini masih bekerja. Mudah-mudahan dua atau tiga hari kedepan bisa dapat diselesaikan," kata Sudirman.

Sepanjang 2021, Ada 68 Bencana, Ratusan Ribu Korban

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mencatat sepanjang 2021, ada 68 bencana alam yang melanda Sulsel. Longsor dan banjir di wilayah Luwu yang terbanyak dilaporkan.

Dari kasus itu, ada lima orang dinyatakan meninggal, 31 orang luka berat dan 144.252 korban.

"Korban jiwa itu maksudnya menderita dan mengungsi," kata Kepala BPBD Sulsel, Muh Firda.

Ia menambahkan BPBD juga mencatat ada 813 rumah rusak berat, 175 rumah rusak sedang, 549 rusak ringan dan ada 27.204 rumah yang terendam.

"Ada 8 fasilitas pendidikan yang rusak, 10 rumah ibadah, 4 kantor rusak dan 16 jembatan rusak," rincinya.

Bencana alam terbaru yang dilaporkan adalah angin puting beliung di kabupaten Soppeng pada 9 November 2021. Ada 25 rumah dilaporkan rusak berat, 17 rusak sedang dan 8 unit rusak ringan. Bantuan juga sudah disalurkan.

Firda mengimbau agar BPBD di tiap daerah tetap siaga. Apalagi dampak dari La Nina saat ini mengakibatkan intensitas hujan lebat disertai petir terjadi hampir di tiap daerah.

"Lakukan persiapan, termasuk kendaraan operasional dan siapkan relawan 24 jam. Begitu ada laporan, tim harus turun," tandas Firda.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini