Dikatakan, perpustakaan menjadi bagian dari ruang terbuka untuk semua masyarakat. Keberadaan perpustakaan, lanjut Syarif, bukan hanya sebagai penjaga peradaban melainkan pencipta peradaban.
"Kami berharap infrastruktur yang sudah disiapkan ini dapat bermanfaat dan menjadi ikon peradaban masyarakat Bone," ungkapnya.
Ia berharap, perpustakaan ini memberikan kontribusi untuk kembali mengungkap sejarah panjang dan sejarah besar orang-orang Bone.
"Karena sejaranya bukan hanya di Bone, Sulsel, Indonesia. Jika anda membaca satu buku tentang kerajaan di Asia Tenggara, terutama kekuasaan di Malaysia itu asalnya dari sini dan itu bukunya ada di Perpustakaan Nasional," pungkasnya.
Baca Juga:Angin Puting Beliung Terjang 5 Desa di Bone
Sedangkan Bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi menyebutkan gedung ini dibangun pada tahun 2020 namun terkena refocusing, karena pandemi Covid-19. Kemudian dianggarkan kembali dan selesai dibangun pada tahun 2021. Ia berharap perpustakaan ini tidak hanya tempat membaca buku tetapi dapat menjadi lokasi edukasi bagi masyarakat.
Pada kesempatan ini, Kepala Perpustakaan Nasional RI juga memberikan penghargaan kepada Andi Sudirman Sulaiman atas dedikasinya membina dan mengembangkan perpustakaan dan kegemaran membaca di Sulawesi Selatan.