Momen Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Acungkan Badik

Badik itu kemudian langsung diselipkan Syahrul ke pinggangnya

Muhammad Yunus
Senin, 01 November 2021 | 10:05 WIB
Momen Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Acungkan Badik
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendapat hadiah badik saat kunjungan kerja ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu 30 Oktober 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

SuaraSulsel.id - Ada yang menarik pada kunjungan kerja Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pekan lalu. Ia dihadiahi badik oleh tokoh masyarakat setempat.

Badik itu kemudian langsung diselipkan Syahrul ke pinggangnya. Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini memang dikenal suka mengoleksi barang antik seperti badik.

"Ini luar biasa ini. Aku bangga banget. Saya itu jangan mi kasih ka yang lain. Badik mo," ujar Syahrul kepada masyarakat setempat.

Syahrul mengaku Kabupaten Takalar bisa menjadi gerbang utama komoditas kelapa, jeruk, padi dan jagung untuk memenuhi kebutuhan Indonesia bagian timur.

Baca Juga:Mentan Hasil Pertanian Takalar Jadi Gerbang Komoditas Andalan

Sektor pertanian ini menjadi penting karena selama pandemi berlangsung, pertanian selalu menjadi bantalan pada perekonomian nasional.

"Yang jelas kita harus bisa survive karena cuma pertanian yang menyangga dua tahun ekonomi indonesia. kami yang tumbuh 16,2 yang lain minus, ekspor naik 15,46 itu hanya ada di jaman orde baru. Jadi sektor pertanian itu sangat menjanjikan. Dan kalau saja semua desa di Takalar ini punya kelapa, jeruk dan padi maka selesailah urusan kita di Sulawesi," ujar Syahrul.

Ia mengatakan, pertanian di era sekarang sudah semakin maju dan modern. Bahkan, pemerintah sedang berupaya membuka akses pasar dunia yang lebih luas lagi.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini tinggal kemauan. Mau berusaha dan mau berkorban.

"Dan pertanian itu hanya 100 hari kok. Artinya 100 hari sudah bisa kita lihat hasilnya. Kalau kita tanam padi sekarang, tanam jagung sekarang, tiga bulan kemudian sudah untung bapak. Lalu kalau mau lihat hasilnya tanam yang banyak 100 hektare 200 hektare. Supaya bisa kita hitung juga industrinya," katanya.

Baca Juga:Mentan Dorong Kabupaten Takalar Jadi Gerbang Utama Komoditas Padi di Indonesia Timur

Syahrul mengingatkan bahwa tahun berikutnya persoalan dunia semakin kompleks. Ia mencontohkan bahwa terdapat informasi yang memungkinkan kandungan air di bumi semakin sedikit.

Hal itu terjadi karena kondisi perubahan cuaca akibat kondisi planet yang rusak. Yang bisa menyelamatkan hanya tanaman.

"Terakhir sekali ini cuaca lagi jelek, planet lagi rusak. Kemungkinan tahun depan kita melihat air tidak seperti mengalirnya air sekarang. Ini berbahaya dan yang bisa mengikat semua ini hanya tanaman, hanya sektor pertanian," tukasnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini