Tidak Terpikirkan Sebelumnya, Gaya Wisatawan Tahun 2022 Akan Seperti Ini

Pandemi COVID-19 telah mengubah seluruh paradigma

Muhammad Yunus
Sabtu, 30 Oktober 2021 | 08:54 WIB
Tidak Terpikirkan Sebelumnya, Gaya Wisatawan Tahun 2022 Akan Seperti Ini
Sejumlah wisatawan berada di kawasan wisata Pulau Mubud, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (18/9/2021). [ANTARA FOTO/Teguh Prihatna]

Menparekraf Sandiaga menambahkan pemerintah telah mempersiapkan untuk beberapa bidang mulai dari penyiapan tenaga kerja pariwisata baik dari skill hingga vaksinasi.

Kemudian komitmen implementasi protokol kesehatan dengan sertifikasi CHSE dan aplikasi PeduliLindungi, produk wisata berkualitas dengan penawaran aktivitas wisata yang personalized, customized, localize, dan smaller in size.

Kepraktisan Kuliner

Dari sisi kuliner, makanan Indonesia adalah bagian warisan kekayaan terbaik di dunia, oleh karena itu wisata kuliner menjadi pesona tersendiri yang merupakan salah satu daya tarik.

Baca Juga:Presiden Jokowi Bahas Opsi Bebaskan Karantina Bagi Wisman Untuk Pulihkan Pariwisata

Keragaman kuliner dari Sabang hingga Merauke yang memiliki ciri khas-nya masing-masing menghadirkan akulturasi budaya yang majemuk. Hal ini membuat keanekaragaman corak rasa makanan di setiap daerah yang dipengaruhi oleh pemakaian berbagai jenis bumbu dan rempah-rempah.

Makanan Padang yang identik dengan rempah dan santan, makanan Jawa Tengah yang relatif manis dan banyak memakai kecap manis, makanan Sunda kebanyakan gorengan dan lalapan, hingga makanan khas Madura yang identik asin karena daerah tersebut merupakan penghasil garam.

Keragaman kuliner nusantara inilah yang menjadi pesona dari negeri ini dan coba dihadirkan para pelaku kuliner di tanah air. Maka sejumlah pelaku industri kuliner pun mendapatkan peluang yang besar terkait proyeksi kebangkitan sektor pariwisata setelah pandemi.

Wisata kuliner yang diproyeksikan tumbuh tahun depan juga mendorong pelaku industri untuk tetap kreatif dan memanfaatkan kepraktisan, misalnya produsen bumbu kuliner Koki Family yang ingin turut ambil bagian.

Perusahaan yang berdiri sejak 2020, berupaya mendorong pengembangan wisata kuliner dengan menyediakan bumbu kuliner yang praktis dan cepat untuk disajikan.

Baca Juga:Dua Daerah di China Lockdown, Ribuan Wisatawan Terlantar

Umumnya untuk tahun depan, wisatawan diperkirakan lebih menyukai kuliner etnik dengan bahan dasar rempah-rempah dan dedaunan aromatik yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini