alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polda Sulsel Minta Peran Aktif Tokoh Agama Redam Tawuran di Kota Makassar

Muhammad Yunus Senin, 25 Oktober 2021 | 14:32 WIB

Polda Sulsel Minta Peran Aktif Tokoh Agama Redam Tawuran di Kota Makassar
Sejumlah petugas bersenjata lengkap mengamankan lokasi penemuan paket kardus bertuliskan Islam X, di Jalan Sungai Pareman, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (31/3/2021). ANTARA/HO/Herwin Bahar.

Tawuran warga di Kota Makassar terus terjadi

SuaraSulsel.id - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar Polisi E Zulpan mengharapkan peran aktif tokoh-tokoh Agama dan organisasi kemasyarakatan di Makassar. Mengarahkan warga di wilayahnya secara positif.

Zulpan mengatakan hal itu untuk menyikapi seringnya perang antar kelompok masyarakat di beberapa tempat di Makassar, yang menimbulkan keresahan warga.

“Kami harapkan kelompok pemuda yang kerap tawuran untuk tidak melakukan sesuatu yang negatif yang bisa berdampak luas terhadap keamanan di Sulsel secara keseluruhan,” katanya, Senin (25/10).

Dua kelompok pemuda dari Kecamatan Tallo dan Kecamatan Ujung Tanah, Makassar Sulawesi Selatan kembali terlibat tawuran pada Sabtu, 23 Oktober 2021, dini hari. Aksi tawuran ini sudah yang keempat kalinya dalam empat hari terakhir.

Baca Juga: 90 Persen Kebakaran Usaha Laundry di Makassar Karena Mesin Pengering Rakitan Meledak

Diketahui, dua kubu antara warga Cambayya dan warga Sabutung yang terlibat tawuran saling serang menggunakan anak panah hingga bom molotov. Tawuran ini diduga terjadi karena adanya dendam lama.

Tawuran tersebut sudah memakan korban jiwa karena terkena busur termasuk dari aparat Kepolisian. Kapolres Pelabuhan Makassar membuat posko di kedua daerah untuk mencegah terjadinya perang kelompok kembali terjadi.

Zulpan mengatakan pihak Kepolisian sempat berhasil meredam aksi tawuran tersebut. Namun, terjadi lagi sepekan atau dua pekan setelahnya.

Zulpan menyebut pihak Kepolisian sebenarnya telah melakukan berbagai upaya mulai dari himbauan, sosialisasi, hingga mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat atau tokoh agama setempat.

Namun kenyataannya, kata Zulpan, tawuran tersebut masih kerap terjadi, biasanya karena saling memprovokasi dan tawuran pun tidak dapat dihindari.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Kuliner Legendaris di Makassar Versi Presiden Joko Widodo

"Bahkan juga pernah dilakukan pembinaan agama selama sebulan terhadap warga yang melakukan tawuran," ujar Kabidhumas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait