alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

90 Persen Kebakaran Usaha Laundry di Makassar Karena Mesin Pengering Rakitan Meledak

Muhammad Yunus Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:33 WIB

90 Persen Kebakaran Usaha Laundry di Makassar Karena Mesin Pengering Rakitan Meledak
Petugas Pemadam Kebakaran nampak berusaha memadamkan api yang melalap sebuah gudang triplek di Kapanewon Pajangan, Bantul, Selasa (5/10/2021). [ Dok. Ist BPBD Bantul]

Mesin pengering rakitan menggunakan gas elpiji

SuaraSulsel.id - Rumah tempat usaha cuci baju atau jasa laundry di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar dilalap api, Jumat, 22 Oktober 2021. Penyebab sementara kebakaran karena mesin pengering rakitan menggunakan gas elpiji.

Api menjalar di beberapa ruangan dan menghanguskan sejumlah peralatan laundry. Tidak berselang lama, puluhan petugas dari pemadam kebakaran berusaha memadamkan api.

Beruntung tidak ada korban jiwa pada kebakaran tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Hasanuddin Muncu mengatakan, beberapa kasus kebakaran di Kota Makassar yang terjadi pada usaha laundry. Disebabkan karena mesin pengering rakitan atau dryer gas yang digunakan pelaku usaha.

Baca Juga: 10 Ruko di Deli Serdang Sumut Terbakar

"Hampir 90 persen kasus kebakaran di laundry diakibatkan karena mesin pengering gas," ujar Hasanuudin, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Menurut Hasanuddin, alat ini tidak aman karena dirakit dengan menghubungkan gas dan listrik. Jika beban panasnya berlebihan, maka bisa menimbulkan percikan api.

"Penyebabnya dari pemanas untuk pengering pakaian itu. Saking panasnya itu bisa meledak yang diakibatkan dari selang gas elipiji," tambahnya.

Sementara, Andi Harun, salah satu pengusaha laundry di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar mengatakan hampir semua usaha laundry memang masih menggunakan mesin yang dihubungkan ke gas 3 Kg. Banyak pula yang mendagangkan mesin tersebut.

Menurutnya, mesin pengering gas ini lebih hemat dibanding pengering listrik. Waktu operasionalnya juga lebih singkat.

Baca Juga: Terlihat dari Penelokan, Lereng Gunung Batur Bali Kebakaran

"Setahu saya pengusaha laundry yang masih menengah seperti kami memang masih pakai alat itu. Lebih hemat dan tidak butuh listrik banyak. Lebih mudah juga disetrika karena cepat kering dan panas," ujar Harun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait