alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengenal Bilangan Prima dan Penjelasan Mengapa Angka Genap Bisa Masuk ke Dalamnya

Risna Halidi Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:06 WIB

Mengenal Bilangan Prima dan Penjelasan Mengapa Angka Genap Bisa Masuk ke Dalamnya
Ilustrasi angka. (Elements Envato/Ilustrasi)

Angka 2 menjadi angka pertama yang masuk dalam kategori bilangan prima.

SuaraSulsel.id - Bilangan prima merupakan sebuah kategori angka dalam matematika. Angka yang masuk dalam bilangan prima adalah angka yang hanya bisa dibagi dengan angka satu atau bilangan itu sendiri.

Angka 2 menjadi angka pertama yang masuk dalam kategori bilangan prima. Meski termasuk angka genap, namun nyatanya angka 2 hanya bisa dibagi angka 1 atau angka 2 itu sendiri.

Sementara angka genap berikutnya yaitu 4, tak masuk bilangan prima karena dapat dibagi lebih dari dua angka. Angka 4 bisa dibagi dengan 1, 4 dan 2. Begitu pula dengan 6 yang dapat dibagi dengan 1, 2, 3 dan 6.

Angka 4, 6 atau angka-angka yang tak masuk bilangan prima masuk kategori bilangan komposit. Bilangan komposit memiliki arti sebagai faktorisasi bilangan bulat atau hasil perkalian dari dua bilangan prima atau lebih.

Baca Juga: Update: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 997 Orang, 44 Orang Meninggal Dunia

Total ada 180 bilangan prima dalam hitungan hingga 1000. 25 di antaranya berada di antara angka 1-100. 25 bilangan prima inilah yang kerap diajarkan pada siswa Sekolah Dasar (SD).

Sejarah
Konon bilangan prima sudah ada sejak 300 tahun sebelum masehi. Bilangan prima ditemukan seorang ilmuwan Yunani bernama Euclid of Alexandria. Bilangan prima kemudian dikembangkan ilmuwan Yunani lain bernama Eratosthenes of Cyrene.

Ilmuwan ini kemudian menemukan metode untuk menentukan angka yang masuk bilangan prima. Metode itu disebut juga dengan penyaringan Eratosthenes.

Lalu pada tahun 1588, sebuah bilangan prima terbesar ditemukan. Bilangan itu ditemukan ilmuwan dari Italia bernama Pietro Cataldi. Bilangan ditemukan dengan mengalikan angka 2 sebanyak 19 kali, kemudian jumlah totalnya dikurangi dengan angka 1. Ditemukan lah 524.287 sebagai bilangan prima terbesar pada tahun itu.

Kemudian, seorang ilmuwan Perancis bernama Edouard Lucas pada tahun 1876 menemukan bilangan prima yang lebih besar. Caranya, Edouard mengalikan angka 2 sebanyak 127 kali, kemudian dikurangi 1. Ditemukan lah sebuah bilangan prima yang terdiri dari 29 digit.

Baca Juga: Contoh Bilangan Buat dan Jenis-jenis Bilangan

Terbaru, dalam era modern, bilangan prima terus dikembangkan. Akhirnya ditemukanlah angka baru oleh the Great Internet Mersenne Prime Search (GIMPS). Studi ini dibuat George Woltman dari Massachusetts Institute of Technology tahun 1996.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait