Sedangkan ICU tanpa ventilator rumah sakit di Sulsel yang terpakai kini hanya 16 dari total ketersediaan 170 ruangan atau secara presentase sebesar 9 persen.
Ketersediaan oksigen juga sangat memadai yakni 16.189 m3. Dari stok oksigen tersebut, yang terpakai baru 2.601 m3.
Tak hanya itu, fasilitas isolasi terintegrasi (FIT) milik Pemprov Sulsel yakni Asrama Haji dan Kampus BPSDM saat ini nol pasien. Akan tetapi, pihaknya tidak akan menutup fasilitas tersebut hingga Covid betul-betul dipastikan terkendali.
"Tenaga kesehatan yang ada di FIT sudah ditarik semua. Asrama Haji dan BPSDM tetap distandbykan tapi pasien sudah tidak ada. Isolasi tetap dibuka karena kita tidak bisa perkirakan situasi pandemi ini kapan berakhir. Jadi semua disiagakan, sehingga apabila ada lonjakan kasus kami sudah siap. Semua siaga FIT dan rumah sakit," pungkasnya.
Waspada Gelombang Ketiga
Baca Juga:12 Rumah Sakit Rujukan di Kota Bandung Nihil Pasien COVID-19
Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Prof Ridwan Amiruddin menambahkan kasus Covid-19 di Sulsel saat ini cukup bagus. Ada penurunan dari hari ke hari.
Salah satu penyebabnya karena terbentuknya kekebalan kelompok lewat vaksinasi. Walau baru di kisaran 40 persen, kata Ridwan, vaksinasi mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Namun, ia meminta masyarakat tidak lengah. Hantaman gelombang ketiga Covid-19 secara nasional harus diwaspadai.
Bahkan gelombang ketiga terjadi di beberapa negara yang sebelumnya mengklaim diri sudah bebas Covid. Singapura misalnya.
"Makanya kita tidak boleh lengah. Apalagi menjelang akhir tahun. Aktivitas masyarakat tentu meningkat, kenaikan kasus juga diprediksi kembali terjadi," tukas guru besar Universitas Hasanuddin tersebut.
Baca Juga:Tingkat Pasien Covid-19 Sembuh di Sulteng Naik Jadi 95,52 Persen
Kontributor : Lorensia Clara Tambing