alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Petugas Tidak Mampu Lawan KKB di Distrik Kiwirok, Rumah Warga Dekat Kantor Polisi Dibakar

Muhammad Yunus Senin, 27 September 2021 | 06:26 WIB

Petugas Tidak Mampu Lawan KKB di Distrik Kiwirok, Rumah Warga Dekat Kantor Polisi Dibakar
Asap tebal akibat pembakaran 2 rumah di Distrik Kiwirok yang diduga dibakar oleh KKB Lamek Taplo [KabarPapua.co]

TNI Polri yang dikerahkan ke Distrik Kiwirok tidak membuat KKB takut dan menghentikan teror

SuaraSulsel.id - Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua tidak mampu dicegah oleh petugas keamanan. TNI Polri yang dikerahkan ke Distrik Kiwirok tidak membuat KKB takut dan menghentikan teror. Sebaliknya KKB makin gencar menyerang dan membunuh.

Kemarin, Minggu pagi, 29 September 2021, sekitar pukul 04.51 WIT, KKB kembali menembak mati seorang polisi. Kemudian melanjutkan aksi membakar dua rumah warga di Kampung Pomding, Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, sekitar pukul 15.56 WIT.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito membenarkan pembakaran rumah warga di kampung itu. Kampung Pomding terletak di atas bukit. Persis di belakang Mapolsek kiwirok.

“Saat ini kami mendapatkan laporan adanya 2 rumah warga dibakar KKB. Jumlah pasti selanjutnya masih terus dimonitor,” katanya.

Baca Juga: 17 Warga Dievakuasi dari Distrik Kiwirok dengan Pesawat Smart Air

Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, pagi sebelumnya, kontak tembak terjadi di depan Polsek Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang dengan KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo. Kontak tembak terjadi saat personel gabungan TNI-Polri sedang melakukan penjagaan di Polsek Kiwirok.

Dari kontak tembak tersebut mengakibatkan gugurnya 1 personel Satgas Nemangkawi atas nama Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio yang mendapatkan luka tembak di bawah ketiak sebelah kanan.

Jenazah Muhammad langsung dievakuasi dengan helikopter Polri untuk dibawa ke Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang dan selanjutnya dibawa ke Jayapura untuk dikirim ke kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara.

"Personel gabungan di lapangan tetap melakukan pengejaran terhadap KKB Lamek Alipki Taplo,” Kamal menjelaskan.

Baca Juga: Saksi Mata Kekejaman KKB Papua di Kiwirok: Nyawa Orang Tidak Berharga

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait