Mengenal Lebih Dalam Suku Ammatoa Kabupaten Bulukumba

Nama kepala sukunya tidak boleh disebut

Muhammad Yunus
Minggu, 26 September 2021 | 10:53 WIB
Mengenal Lebih Dalam Suku Ammatoa Kabupaten Bulukumba
Pengunjung dari Kota Makassar memakai baju hitam saat berkunjung ke kawasan adat Ammatoa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id / Lorensia Clara Tambing]

Tenun jadi sumber pendapatan masyarakat Ammatoa. Semua perempuan juga diwajibkan pintar menenun. Selain lihai memasak, mereka harus bisa menenun terlebih dahulu sebelum menikah.

Hasil produksi itu kemudian akan dibawa ke kota untuk dijual. Tak hanya sarung tenun, masyarakat sekitar juga bertani dan berkebun. Saat panen, mereka akan berjalan kaki ke luar kawasan untuk menjual hasil buminya. Berjalan kaki tanpa menggunakan sendal atau sepatu.


6. Seluruh Rumah Menghadap ke Barat

Semua rumah di suku ini menghadap ke arah Barat. Secara simbolis, barat dipercaya sebagai tempat nenek moyang mereka berada. Konsep rumahnya juga seragam, rumah panggung dengan topangan tiang berjumlah 16 buah.

Baca Juga:Akhirnya Warga Desa Adat Amma Toa Kajang Bulukumba Mau Membuat KTP

Material yang digunakan juga tidak boleh terbuat dari batu bata atau tanah. Membangun rumah dengan material tersebut adalah pantangan bagi mereka.

Masyarakat di Ammatoa menilai, hanya orang mati saja yang diapit oleh batu bata dan tanah. Jadi jika ada masyarakat yang membangun rumah dengan material yang dipantang itu, maka mereka dianggap sudah mati.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini