Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Meilan, Pasukan TNI Polri Dihujani Tembakan

Jenazah dievakuasi dari jurang dengan kedalaman 300 meter

Muhammad Yunus
Sabtu, 18 September 2021 | 08:52 WIB
Evakuasi Jenazah Suster Gabriela Meilan, Pasukan TNI Polri Dihujani Tembakan
TNI-Polri saat mengevakuasi jenazah Suster Gabriela dari jurang Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat 17 September 2021 [Dokumentasi Korem 172/PWY]

SuaraSulsel.id - Pasukan TNI-Polri dihujani tembakan saat mengevakuasi jenazah Suster Gabriela Meilan (22 tahun). Korban kekejaman Kelompok Separatis Teroris (KST) di jurang kedalaman 300 meter di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Reza Nur Patria membenarkan gangguan KST saat evakuasi jenazah Suster Gabriela. Penembakan dilakukan KST dari seberang jurang lokasi jenazah Suster Gabriela ditemukan.

“Ini masih ada gangguan (tembakan) oleh KST. Kami juga masih terkendala mengambil jenazah suster, salah satunya karena jenazah berada di posisi terjal,” kata Reza, Jumat 17 September 2021.

Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, gangguan KST, kata Reza, menyebabkan Helikopter belum bisa masuk Kiwirok. Evakuasi jenazah ke Jayapura hari ini batal dan belum bisa dilakukan.

Baca Juga:Perawat Perempuan Gugur Dibunuh KKB, IDI Desak Pemerintah Jamin Keselamatan Nakes di Papua

“Tindakan KST telah di luar batas kemanusiaan. Apalagi saat ini TNI Polri sedang proses mengambil jenazah,” ujarnya.

Rencananya, evakuasi jenazah akan dilanjutkan pada Sabtu 18 September 2021 dengan mengamati cuaca dan keamanan di lokasi kejadian. Saat ini penebalan telah dilakukan menempatkan 1 peleton personel Yonif 751 dan pasukan Brimob Polda Papua.

“Evakuasi akan dilanjutkan esok hari dan disesuaikan dengan cuaca dan juga keamanan di lokasi kejadian,” kata Reza menambahkan.

Sekadar diketahui, helikopter TNI jenis Karaka telah berhasil mengevakuasi 9 tenaga kesehatan dari Kiwirok ke Jayapura. Dari 12 petugas Puskesmas Kiwirok yang bertugas, saat kejadian hanya ada 10 tenaga kesehatan dan satu dokter. Sementara satu orang tenaga kesehatan sedang izin ke Jayapura.

Penyerangan KST menyebabkan satu tenaga kesehatan bernama Suster Gabriela meninggal dunia, sedangkan Mantri Gilbert Sokoy belum diketahui kondisi dan keberadaannya.

Baca Juga:Pelayanan Kesehatan di Papua Terganggu Pasca Pembunuhan Nakes Oleh KKB

Helikopter TNI-AD mengevakuasi 9 tenaga kesehatan korban kekerasan KST di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat 17 September 2021 [Dok Pendam XVII/Cenderawasih]
Helikopter TNI-AD mengevakuasi 9 tenaga kesehatan korban kekerasan KST di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat 17 September 2021 [Dok Pendam XVII/Cenderawasih]

Berhasil Dievakuasi

REKOMENDASI

News

Terkini