SuaraSulsel.id - Berawal dari pujian Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka terhadap keberhasilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam melakukan vaksinasi, menjadi sorotan publik.
Menurut Gibran, cara Pemerintah Provinsi DKI mengebut vaksinasi COVID-19 patut dicontoh daerah lain, termasuk wilayah kerjanya.
“Yang saya jadikan percontohan pasti Jakarta. Jakarta vaksinasinya sudah di atas 100 persen. Solo juga harus mengejar,” ujar Gibran saat menghadiri acara donor darah PWNU DKI Jakarta, belum lama ini.
Mengutip telisik.id, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ngabila Salama mengaku kebingungan untuk melakukan vaksinasi kepada 2,5 juta warga ber-KTP DKI Jakarta yang belum divaksinasi.
Baca Juga:PON Papua: Anies Lepas Kontingen DKI Jakarta di Balai Kota
“Masih ada 2,5 juta orang DKI yang enggak tahu ngumpet di mana ini belum divaksin, saya juga bingung ini,” kata dia.
Lantas, kenapa jumlah penerima suntik vaksinasi di DKI mencapai lebih dari 100 persen?
Pemprov DKI Jakarta mencatat telah melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 8.951.693 orang atau 100,1 persen sampai 14 Agustus 2021,
Sedangkan untuk dosis kedua sudah berhasil mencakup 4.181.318 orang atau 46,8 persen.
“Cakupan vaksin 100,1 persen di DKI Jakarta belum menyasar seluruh warga berdomisili Jakarta. Sebab, angka tersebut adalah akumulasi dari total keseluruhan vaksinasi di ibu kota,” kata Irma Yunita, Humas Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga:Jakarta Sebagai Role Model Penanganan Covid-19 di Solo, Gibran Incar Kursi Gubernur DKI?
Kembali dengan pujian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun membalas memuji kepemimpinan Gibran.
- 1
- 2