Wow! Desa di Indonesia Diusulkan Dapat Penghargaan Desa Wisata Terbaik Dunia

Ada tujuh aspek penting. Desa Tete Batu bisa dianugerahi desa wisata terbaik dunia.

Muhammad Yunus
Selasa, 31 Agustus 2021 | 05:18 WIB
Wow! Desa di Indonesia Diusulkan Dapat Penghargaan Desa Wisata Terbaik Dunia
Warga saksikan topi awan yang melingkari Gunung Rinjani, di Lombok, NTB (FOTO ANTARA Rosidin)

Keempat, menurutnya terletak pada keaslian desa. Di mana keindahan bentang alam, perkebunan, pertanian, peternakan, perbukitan, air terjun, budaya, seni dan tradisi yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari menjadi paduan nilai yang sangat tinggi untuk dilestarikan, dijaga dan dirawat dengan langkah awal pelibatan masyarakat.

Dalam aspek ini, masyarakat sangat ramah dan terbuka terhadap pengunjung. Layanan inilah yang kemudian menjadi nilai tambah yang membuat pengunjung nyaman dan aman. Alhasil, tidak sedikit tamu yang menjadikan tuan rumah sebagai ayah atau ibu angkatnya sendiri di Tete Batu dan sering Kembali berkunjung.

Kemudian, kata dia yang kelima. Tete Batu menjadi salah satu pelopor desa wisata di Kawasan Timur Indonesia. Oleh karena itu, tak jarang kemudian pengunjung mengatakan Tete Batu adalah Ubud kedua yang dulu ada.

Desa Tete Batu, wakil RI di ajang Desa Wisata PBB (Best Tourism Village UNWTO 2021). (dok.Beritabali.com/ist)
Desa Tete Batu, wakil RI di ajang Desa Wisata PBB (Best Tourism Village UNWTO 2021). (dok.Beritabali.com/ist)

Perbedaan yang paling dominan adalah keberadaan seni dan kultur masyarakat setempat. Namun dalam konteks subtansi tradisi pedesaan dan alam memiliki karakteristik yang sama. Sejak kedatangan dr Soedjono di Tete Batu pada tahun 1920, Tete Batu telah menjadi rumah bagi pengunjung dari seluruh dunia di Lombok yang difasilitasi Soedjono.

Baca Juga:Kondisi Terkini Desa Rogo Usai Diterjang Banjir Bandang

"Berawal dari aktivitas pengunjung Tete Batu yang menjadi cikal bakal desa Tete Batu diperhatikan dan memotivasi perkembangan desa wisata lainnya di kawasan timur Indonesia sebagai daerah exsplorasi lanjutan," terang Sandi.

Selain itu, Tete Batu memiliki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD Pariwisata).bMenariknya, Tete Batu memiliki PAUD Pariwisata (taman kanak-kanak) di mana seluruh rangkaian kegiatan mengenalkan lingkungan, budaya, dan toleransi telah diperkenalkan sejak dini. Kegiatan ini jarang dilakukan oleh kebanyakan desa wisata pedalaman lainnya.

Lingkungan ini kemudian membentuk kepribadian anak-anak yang inklusif terhadap kemajuan pariwisata secara universal. Hal ini juga sering sebagai lokus pemahaman lintas budaya (cross culture understanding).
Keterlibatan baik pengunjung maupun anak-anak dari keluarga pengunjung internasional seringkali memilih tempat ini untuk menitipkan anak-anaknya untuk belajar aktivitas sehari-hari dan menjadi lingkungan bermain bersama.

"Tinjauan ini setidaknya Tetebatu yang berada pada desa pedalaman, telah menyematkan destinasi ramah anak dan keluarga sehingga memberikan rasa aman dan nyaman pada pengunjung internasional," jelasnya.

Kemudian, ketujuh kehidupan lokal yang harmonis (lingkungan, economy, social-culture). Suasana desa yang damai sangat ideal bagi pengunjung yang ingin beristirahat dan bersantai mencari ketenangan. Sungai yang terbentuk di kaki Gunung Rinjani memberikan energi positif bagi pikiran dan motivasi hidup serta melakukan aktivitas selanjutnya.

Baca Juga:Menolak Tambang Quarry, Seniman Mural Aksi di Desa Wadas Purworejo

Hal ini didukung pula oleh keseimbangan kearifan lokal. Kesetaraan gender, rantai penggerak ekonomi lokal, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini