Secara pribadi, jauh sebelum Fajar bekerja dan menjadi Juru Bicara MK, ia sempat menghadiri ujian disertasi Hakim Alim di Universitas Islam Indonesia.
Ia bercerita pada saat itu Hakim Alim berhasil mempertahankan disertasinya terkait Piagam Madinah di hadapan prof Mahfud MD dan sejumlah penguji lainnya.
Di sidang tersebut, lagi-lagi nilai-nilai religius dari Hakim Alim sangat kental terlihat. Sebagai contoh, setiap menjawab pertanyaan dari penguji, ia tidak pernah melepaskan nuansa keislaman yang dipelajarinya.
Fajar mengingat hal yang paling berkesan pada saat sidang ialah sikap sopan santun yang ditunjukkan oleh Hakim Alim kepada penguji. Bahkan, ungkapan kesopanan tersebut membuat salah seorang penguji disertasinya kagum.
Baca Juga:Aksi Marbot Masjid Cabuli Anak-anak Dibawah Umur Terekam CCTV
"Di situ saya melihat Pak Alim adalah orang yang sangat rendah hati dan religius," ujarnya.
Hakim Muhammad Alim diketahui meninggal dunia pada Rabu pagi. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang kerabatnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Kini, salah seorang putra terbaik bangsa di bidang peradilan tersebut telah berpulang. Sikap dan pribadinya, diharapkan bisa menjadi contoh oleh siapa saja terutama oleh sembilan Hakim MK. Selamat jalan Pak Hakim. (Antara)