Begini Kolaborasi Pemuda Dan Komunitas Religi Dalam Penanganan Pandemi di Papua

Penanganan pandemi COVID-19 di Papua

Muhammad Yunus
Jum'at, 13 Agustus 2021 | 07:17 WIB
Begini Kolaborasi Pemuda Dan Komunitas Religi Dalam Penanganan Pandemi di Papua
Tim verifikasi lapangan KSP memantau penanganan COVID-19 di Kota Jayapura, Kamis (12/8)/2021) [SuaraSulsel.id / KSP]

SuaraSulsel.id - Penanganan pandemi COVID-19 di Papua tidak hanya secara gencar dilakukan oleh pemerintah daerah. Sejumlah relawan yang terdiri dari para pemuda dan anggota komunitas religi turut aktif berkontribusi dalam penanganan COVID-19. Melalui gerakan Pemuda Anti COVID-19.

Gerakan yang melibatkan kolaborasi antara pemuda Gereja, pemuda Masjid, komunitas masyarakat dan pemerintah daerah ini sudah diinisiasi sejak tahun 2020 oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Para relawan ini turun ke lapangan untuk melakukan proses penyemprotan desinfektan di rumah-rumah penduduk, melakukan kampanye himbauan protokol kesehatan 5M, kampanye kebersihan lingkungan dan seterusnya.

Sejauh ini, inisiatif gerakan Pemuda Anti COVID-19 difasilitasi oleh pihak Kelurahan di masing-masing daerah. Namun dana operasional dari Kelurahan yang cukup terbatas juga menjadi kendala bagi keberlanjutan inisiatif ini. Tidak terkecuali bagi gerakan Pemuda Anti COVID-19 di Kelurahan Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura.

Baca Juga:Ketua KONI Sulsel Motivasi Atlet PON, Target Masuk 10 Besar

“Kita sudah membentuk tim Pemuda Anti COVID ini sejak 2020. Namun, relawan-relawan ini juga butuh makan dan butuh biaya operasional. Jadi di tahun 2021 kita terkendala dengan biaya operasional yang terbatas,” kata Soleman Young selaku Lurah Hedam, dalam rilis Jumat 13 Agustus 2021.

Situasi ini dilaporkan secara langsung kepada tim verifikasi lapangan KSP yang memantau penanganan COVID-19 di beberapa wilayah di Kota Jayapura selama 3 hari.

“KSP mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Dinkes menggerakkan partisipasi anak-anak muda untuk memperkuat upaya penanganan COVID-19 di masyarakat. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat dibutuhkan sekarang dan semoga dapat menjadi model untuk daerah-daerah lainnya," kata Rini S. Modouw, Tenaga Ahli KSP.

Ia juga menambahkan bahwa Tim KSP akan mempelajari lebih lanjut terkait permasalahan dana operasional bagi keberlanjutan gerakan Pemuda Anti COVID-19 ini.

Penanganan COVID-19 di Kota Jayapura pun membutuhkan penguatan karena angka penularan yang masih cukup tinggi ditambah dengan keterbatasan alat tes PCR COVID-19, keterbatasan vaksinator dan tingkat kepatuhan masyarakat yang masih sangat rendah terhadap protokol kesehatan 5M.

Baca Juga:Informasi PON Papua 2021 Buka Lowongan Kerja Crew Runner, Cek Fakta Sebenarnya

Di Puskesmas Abepura di Kota Jayapura, misalnya, program vaksinasi sudah tidak berjalan selama satu bulan karena sebagian besar tenaga kesehatan dan vaksinator terpapar COVID-19.

"KSP akan mendorong penguatan upaya vaksinasi dengan penambahan vaksinator agar target Presiden yaitu vaksinasi 100% pada saat Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tercapai. Selain itu, peran tokoh agama dan adat juga sangat diharapkan keterlibatannya untuk memberikan kesadaran publik tentang pentingnya vaksinasi,” imbuh Rini.

Namun kabar baiknya, Kepala Puskesmas Abepura, dr. Grace Juliet Pangendahen mengatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program vaksinasi sudah cukup tinggi. Selain itu, kolaborasi yang baik antara TNI/Polri dengan pihak rumah sakit dan Kelurahan/RT/RW dalam pengadaan sentra vaksinasi “Gebyar Gebyar” dan upaya tracing pasien COVID-19, cukup berdampak signifikan dalam menekan penambahan kasus COVID-19 di Kota Jayapura.

Walaupun ketersediaan vaksinator yang sangat terbatas masih menjadi perhatian di Jayapura, namun penanganan COVID-19 di Jayapura secara umum sudah cukup terkendali dengan adanya tambahan tempat isolasi terpusat yakni di kapal KM Tidar.

Selain itu, Ni Nyoman Sri Antari selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura juga mengatakan bahwa keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rates/BOR) di Kota Jayapura kini telah menurun hingga ke level 59 persen, dari level 96 persen pada Juli lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini