Hari Ini 35 Orang Meninggal di Sulawesi Selatan Karena Covid-19

Kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan terus naik

Muhammad Yunus
Rabu, 28 Juli 2021 | 17:38 WIB
Hari Ini 35 Orang Meninggal di Sulawesi Selatan Karena Covid-19
Pemakaman korban Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan hampir penuh [SuaraSulsel.id / Lorensia Clara Tambing]

SuaraSulsel.id - Kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan terus naik. Pada Rabu, 28 Juli 2021, kenaikannya mencapai 1.145 kasus.

Yang jadi masalah adalah angka kasus kematian juga meningkat drastis. Dalam sehari saja, ada 35 orang yang dinyatakan meninggal dunia.

Jika dihitung secara akumulatif, sudah ada 1.261 orang Sulsel yang meninggal dunia karena positif Covid-19. Sementara, ada 80.004 orang yang terkonfirmasi aktif. Dari angka itu, ada 69.617 yang dinyatakan sembuh.

Angka hari ini jadi kasus kematian yang paling tertinggi sejak kasus meningkat dari bulan Juni. Sementara Selasa kemarin, ada 17 orang yang meninggal.

Baca Juga:Ketua Satgas: Posko PPKM Mikro di Daerah Ujung Tombak Pengendalian Covid-19

Koordinator Satgas Covid-19 Sulsel Arman Bausat mengatakan kasus kematian terus naik. Lambatnya penanganan jadi salah satu alasan.

Kata Arman, banyak pasien Covid-19 yang bergejala berat memilih isolasi mandiri. Mereka enggan ke rumah sakit.

Beberapa juga diantaranya mengalami penyakit penyerta atau komorbid terutama bagi mereka yang lansia. Kemudian, rata-rata yang meninggal ternyata belum divaksin.

"Rata-rata yang meninggal belum divaksin," ujarnya.

Melihat kondisi ini, ia mengingatkan agar masyarakat mau divaksin. Vaksinasi merupakan salah satu upaya membentengi diri dari virus corona.

Baca Juga:Formasi Baru CPNS DKI: 895 Pelacak Digital Covid-19 Sedang Dilatih

Dengan vaksinasi menurut Arman, masyarakat setidaknya sudah punya herd immunity atau kekebalan kelompok. Mereka tidak akan mengalami gejala yang berat saat terpapar.

"(Kasus) kematian bisa ditekan dengan mempercepat vaksinasi," tambahnya.

Ia menambahkan Satgas Covid-19 dalam sehari bisa melayani hingga 20 orang lebih meninggal. Sementara tim hanya dua tiga kelompok.

Satu kelompok itu terdiri dari enam orang. Mereka kadang mengurus satu jenazah butuh waktu dua hingga tiga jam.

"Dengan peningkatan kasus kematian akhir-akhir ini yang sangat tinggi, petugas kami kewalahan. Satu mayat itu dibutuhkan 2-3 jam untuk mengantar. Kita bisa bayangkan kalau ada sampai 21 kematian, sekarang 35 orang," keluhnya.

Menurutnya mengurus banyak jenazah yang meninggal dengan tenaga terbatas tidak mungkin selesai. Apalagi jika ditangani dalam sehari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini