Sarung Adat Kajang adalah kain sarung berwarna hitam yang biasa dikenal dengan sebutan Tope. Sarung Kajang ini diproduksi sendiri oleh masyarakat adat di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Proses pembuatan Sarung Kajang dilakukan dengan cara ditenun. Sedangkan, benang yang digunakan untuk membuat sarung tersebut dibeli di sejumlah pedagang yang kemudian diwarnai menjadi warna hitam menggunakan tumbuh-tumbuhan khusus yang memang telah ditanam oleh masyarakat Kajang untuk digunakan.
Alasan mengapa warna sarung tersebut harus hitam karena masyarakat Kajang percaya warna hitam adalah lambang dari kesederhanaan dan kesahajaan.

Selain itu, kain yang digunakan oleh masyarakat di Kajang dalam beraktivitas sehari-hari hingga mengikuti acara ritual di Kajang juga diharuskan berwarna hitam.
Baca Juga:Kabar Duka, Adik Ipar Gubernur Sulsel yang Juga Komisaris Perseroda Meningga Karena Covid
"Pakaian adatnya itu sarung hitam yang disebut Tope sama Passapu Hitam. Kalau di Makassar Pattonro namanya, cuma kalo di Kajang warna hitam dia. Kain yang digunakan orang Kajang sebagai pakaian sehari-hari memggunakan warna hitam, dipercaya oleh masyarakat Kajang bahwa warna hitam adalah lambang kesederhanaan dan kesahajaan," jelas Andi Haris selaku masyarakat di Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Kontributor : Muhammad Aidil