alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Strategi Menghadapi Covid-19 Varian Delta Menurut Dokter Spesialis Paru

Muhammad Yunus Senin, 26 Juli 2021 | 08:53 WIB

Strategi Menghadapi Covid-19 Varian Delta Menurut Dokter Spesialis Paru
Dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi atau dokter paru dr. Erlina Burhan dalam webinar covid dengan tema "Meretas Covid Varian Delta, Bagaimana Perilaku Kita" Ahad 25 Juli 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Dokter spesialis paru menjelaskan strategi menghadapi Covid-19 varian delta

SuaraSulsel.id - Dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi atau dokter paru hadir dalam Webinar Covid bersama Tim Dokter Muslimah Wahdah Islamiyah. Menjelaskan strategi menghadapi Covid-19 varian delta.

Muslimah Wahdah Islamiyah Pusat bekerja sama dengan Tim Edukasi Covid-19 dan Tim Dokter Muslimah Wahdah Islamiyah menggelar webinar covid dengan tema "Meretas Covid Varian Delta, Bagaimana Perilaku Kita". Pada hari Ahad (25/7) via zoom meeting.

Menghadirkan dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi atau Dokter Paru Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, dr. Erlina Burhan dan dokter spesialis gizi klinik, dr Karmila.

Kegiatan ini diikuti sekitar 5000 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Satpol PP Bongkar Tembok Penghalang Jalan Masuk Rumah Tahfidz di Makassar

Dalam pemaparannya, dokter Erlina menjelaskan empat subtopik penting. Yaitu mengenal Covid varian delta, seberapa menular varian delta?, gejala terinfeksi varian delta, dan apa risiko ke depan?

Menurut Erlina, varian delta tiga kali lebih cepat penularannya dari Covid-19 sebelumnya. Virus bisa bermutasi. Karena seperti anti bodi manusia yang bertahan dan memerangi virus.

Virus makhluk yang tidak punya otak, rupanya juga bermutasi untuk bertahan hidup dalam tubuh kita. Sehingga jika virus bisa bermutasi, maka hendaknya kita manusia yang memiliki budi, pikiran, dan otak harus juga bisa bermutasi pada gaya hidup baru yang lebih bersih, dan sehat.

“Varian delta prokesnya masih sama dengan virus sebelumnya, wajib cuci tangan, wajib pakai masker, wajib jaga jarak aman 2 meter, hindari keramaian dan tetap di rumah. Dua poin terakhir boleh dilonggarakan jika terpaksa, namun tetap menjaga tiga poin pertama jaga jarak, pakai masker, cuci tangan," ungkap Erlina.

Erlina mengatakan, vaksin sangat bermanfaat juga memiliki risiko seperti gumpalan darah. Sebagian orang akan mengalami penggumpalan darah, tapi masih bisa diatasi.

Baca Juga: Anggota DPRD Tutup Akses Rumah Tahfidz Quran, Pemkot Makassar Turun Tangan

Dengan melakukan vaksin, bukan jaminan bahwa kita tidak akan terpapar virus. Tetap akan terpapar, namun gejalanya menjadi lebih ringan. Sehingga tidak begitu membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait