Makam Keramat Rusak, Warga Unjuk Rasa di DPRD Kolaka Utara

Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Riota dituding jadi penyebab

Muhammad Yunus
Kamis, 08 Juli 2021 | 06:35 WIB
Makam Keramat Rusak, Warga Unjuk Rasa di DPRD Kolaka Utara
Ratusan Anggota Ormas Tamalaki Patowonua bersama nelayan berunjuk rasa di DPRD Kolaka Utara, Rabu 7 Juli 2021 [telisik.id]

Menanggapi tuntutan massa, pemerintah daerah yang diwakili oleh Asisten III Sekertariat Daerah (Sekda) Kolut, Muh. Idris menyatakan, jika dirinya juga sedih melihat kondisi aktivitas pertambangan di Kolaka Utara yang selalu menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

"Saya juga sedih melihat kondisi tambang saat ini, kenapa bisa seperti ini. Kita memiliki sumber daya alam melimpah tapi dikeruk begitu saja tanpa ada sumbangsi terhadap daerah," jelas Asisten III.

Lebih lanjut, ia menyampaikan jika dirinya tidak mengetahui terkait pemberian surat rekomendasi terhadap pihak perusahaan.

Ia juga berjanji akan menyampaikan semua tuntutan yang disampaikan oleh Tamalaki dan masyarakat kepada Pemda terkait aktivitas pertambangan di Tanjung Watulaki.

Baca Juga:Kuncen Makam Keramat di Sesar Lembang Ngaku Sering Didatangi Pejabat

"Saya tidak tahu terkait surat rekomendasi. Saya hadir dalam RDP ini hanya mewakili pak Sekda karena beliau sedang menghadiri kegiatan lomba desa tingkat provinsi di Desa Beringin," tukasnya.

RDP yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kolut, Agusdin, S.Sos dan dihadiri beberapa fraksi di DPRD yakni Muh. Syair (PKB), Haedirman Sarira (PBB), Muh. Syafaat Nur, Basman, Sabri bin Mustamin (Demokrat), dan Abu Muslim (Golkar) bersepakat untuk meninjau langsung lokasi makam leluhur Tolaki yang terletak di Tanjung Watulaki.

"Jadi hari ini kita sepakat bahwa hari Jumat (9/7/2021) bersama 10 orang perwakilan Tamalaki, Dewan Adat Patowonua, LAT, dan instansi terkait akan meninjau langsung lokasi tempat aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Riota," tegas Agusdin.

Ketua DPC PDI-P ini juga berjanji kepada ormas Tamalaki akan menyelesaikan persoalan ini dan tidak mengambang.

"Percayalah. Kalau saya yang memimpin sidang pasti ada solusi dan persoalan ini pasti akan selesai. Saya tidak mau memimpin sidang kalau tidak ada solusi dan itu komintmen saya sejak dulu ketika memimpin sidang," pungkasnya.

Baca Juga:Jejak Islam di Tangerang, Makam Keramat Solear hingga Mitos Monyet Liar

Pada kesempatan yang sama, dewan Kolut lainnya, Haedirman Sarira, meminta agar pihak demonstran bersabar dan mau bekerjasama, karena kerjasama sangat penting untuk menindaklanjuti persoalan ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini