Setelah peluncuran, kemudian dilanjutkan dengan webinar mengenai infertilitas.
Dalam materi yang disampaikan Prof. Nusratuddin tentang "Pengenalan Teknologi Bayi Tabung Pada Penanganan Infertilitas", menjelaskan ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat kesuburan menurun, diantaranya umur wanita, lama perkawinan, gaya hidup hingga stres dan emosi.
Untuk melakukan prosedur bayi tabung, banyak tindakan pemeriksaan yang dilakukan seperti pemeriksaan sel telur, mulut rahim, tuba, sperma hingga rahim.
Program bayi tabung dilakukan setelah melalui tindakan berjenjang tenaga medis dengan melakukan identifikasi pasien, pengobatan sederhana hingga pemberian obat penyubur.
Baca Juga:Anggota DPR RI : Prof Dwia Harus Memilih Rektor Unhas atau Komisaris PT Vale
Olehnya itu, tidak dianjurkan seorang pasien langsung mengambil tindakan bayi tabung tanpa melalui proses berjenjang tersebut, kecuali jika usia wanita diatas 35 tahun.